Leo Gaucho jadi salah satu debutan tersukses di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Media Borneo FC)
JawaPos.com — Liga 1 Indonesia 2024/2025 menjadi salah satu musim paling menarik dalam sejarah kompetisi. Beragam momen seru terjadi sepanjang putaran pertama, dengan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung menjadi dua tim teratas yang bersaing ketat menuju gelar juara paruh musim.
Persebaya Surabaya memimpin klasemen sementara dengan koleksi 37 poin dari 16 laga. Green Force mencatatkan 11 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 1 kekalahan, sekaligus menjadi tim yang paling konsisten di papan atas.
Di sisi lain, Persib Bandung mengintai di posisi kedua dengan selisih hanya 2 poin. Maung Bandung berhasil meraih 10 kemenangan dan 5 hasil imbang dari 15 pertandingan, menunjukkan mereka sebagai tim yang tak terkalahkan hingga saat ini.
Produktivitas kedua tim juga menarik perhatian para pencinta sepak bola. Persebaya Surabaya telah mencetak 22 gol dan hanya kebobolan 11 gol, sementara Persib mencatatkan 28 gol dan kebobolan dengan jumlah yang sama.
Namun, sorotan utama musim ini bukan hanya soal persaingan dua tim tersebut. Liga 1 Indonesia 2024/2025 juga menghadirkan deretan pemain asing debutan yang mencuri perhatian dengan performa luar biasa.
Beberapa nama pemain asing baru menunjukkan kelasnya dengan torehan gol yang mencolok. Mereka tidak hanya memperkuat tim masing-masing, tetapi juga memberikan warna baru bagi Liga 1 yang semakin kompetitif.
Di posisi pertama ada Leo Gaucho, striker asal Brasil yang bermain untuk Borneo FC. Pemain muda berusia 23 tahun ini mencetak 7 gol dalam 16 laga dengan total 1.302 menit bermain sejak debutnya pada 12 Agustus 2024.
Leo Gaucho langsung menjadi tumpuan lini depan Borneo FC berkat insting golnya yang tajam. Dengan nilai pasar awal Rp 4,35 miliar, harga sang pemain kini melonjak menjadi Rp 6,08 miliar.
Selanjutnya ada Marios Ogboe, striker asal Yunani yang membela Persita Tangerang. Pemain berusia 29 tahun ini mencetak 7 gol dalam 15 pertandingan, dengan catatan bermain selama 1.228 menit sejak debutnya pada 11 Agustus 2024.
Ogboe menjadi pemain penting dalam skuad Persita berkat kontribusinya di lini depan. Meski tidak memiliki nilai pasar saat debut, performanya kini bernilai Rp 2,17 miliar, menjadikannya investasi sukses bagi klub.
Alexsandro, penyerang asal Brasil yang memperkuat PSBS Biak, juga masuk dalam daftar ini. Pemain berusia 27 tahun ini mencetak 6 gol dalam 16 pertandingan dengan total 1.339 menit bermain sejak debutnya pada 9 Agustus 2024.
Keberadaan Alexsandro menjadi salah satu alasan PSBS Biak mampu bersaing di papan tengah. Nilai pasar pemain ini meningkat dari Rp 3,04 miliar menjadi Rp 3,91 miliar dalam waktu singkat.
Nama lain yang mencuri perhatian adalah William Marcilio, gelandang serang asal Brasil yang bermain untuk Arema FC. Pemain ini mencatatkan 5 gol dalam 15 laga dengan total waktu bermain 1.118 menit sejak debutnya pada 12 Agustus 2024.
Marcilio dikenal memiliki kemampuan mencetak gol dari lini kedua yang sangat berbahaya. Nilai pasar pemain ini awalnya Rp 4,35 miliar dan kini naik menjadi Rp 5,21 miliar.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
