Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Desember 2024 | 21.53 WIB

Kisah Pilu Kakek Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes di Era Penjajahan Jepang, Terpaksa Memanjat Tembok Stadion untuk Menonton Pertandingan Sepak Bola

Jay Idzes ungkap latar belakang kakeknya yang pernah memanjat tembok stadion untuk menonton sepak bola. (Instagram @jayidzes) - Image

Jay Idzes ungkap latar belakang kakeknya yang pernah memanjat tembok stadion untuk menonton sepak bola. (Instagram @jayidzes)

JawaPos.com — Jay Idzes kini menjadi salah satu pemain keturunan yang diandalkan Timnas Indonesia. Bek berusia 24 tahun ini bahkan dipercaya mengenakan ban kapten di usianya yang masih muda. Idzes adalah pemain bertahan tangguh yang kini merumput bersama Venezia di Serie B Italia. Di tengah perjalanan kariernya yang gemilang, ia membawa cerita keluarga yang begitu menyentuh.

Jay Idzes baru-baru ini membagikan kisah masa lalu keluarganya yang penuh perjuangan. Ia menceritakan latar belakang Indonesia dari pihak kakeknya yang penuh dengan kepedihan.

Dalam podcast “The Haye Way”, Idzes mengenang perjalanan hidup sang kakek yang lahir di Indonesia pada tahun 1939. Tahun kelahiran tersebut membawa sang kakek hidup di masa-masa sulit era penjajahan Belanda dan Jepang.

Idzes mengungkapkan kakeknya sempat mengalami masa kecil yang sangat berat. Tidak hanya karena situasi penjajahan, tapi juga karena kondisi keluarganya yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Kakek saya lahir pada 1939, Indonesia sempat diduduki oleh Jepang saat itu,” ujar Idzes. Ia pun menyebutkan sang kakek meninggal dunia satu bulan yang lalu, meninggalkan banyak kenangan berharga.

“Beliau meninggal dunia sekitar satu bulan yang lalu,” imbuhnya.

Idzes menjelaskan kehidupan sang kakek di masa kecil jauh dari kata mudah. Sang kakek bahkan harus tinggal di panti asuhan selama sepuluh tahun lamanya.

“Kakek sempat 10 tahun tinggal di panti asuhan. Jadi dia menceritakan padaku beberapa cerita mengenai hal itu,” ungkapnya.

Situasi tersebut membuat kakeknya akhirnya memutuskan untuk pindah ke Belanda. Perpindahan itu menjadi awal baru bagi keluarganya yang kini memiliki hubungan erat dengan Eropa.

Jay Idzes merasa sangat terhubung dengan kisah perjuangan kakeknya di masa lalu. Ia menyebutkan cerita-cerita tersebut selalu memberikan inspirasi dan kekuatan dalam menjalani kariernya.

Menurut Idzes, meski hidup dalam keterbatasan, sang kakek tetap memiliki semangat untuk menjalani hidup. Salah satu kenangan yang diceritakan kakeknya adalah cara uniknya menikmati sepak bola saat muda.

“Sangat bangga tentu saja. Kakek juga bercerita ketika masih muda di Indonesia tidak memiliki uang jadi dia hanya memanjat tembok untuk menonton pertandingan,” tuturnya.

Kenangan itu menjadi gambaran nyata betapa sepak bola sudah menjadi bagian dari hidup keluarganya sejak lama. Idzes juga membagikan sedikit informasi mengenai asal-usul keluarganya. Ia menyebutkan sang kakek berasal dari Semarang, sementara neneknya lahir di Jakarta.

“Nenek saya dari Jakarta dan kakek saya dari Semarang,” tambahnya. Cerita ini semakin menegaskan hubungan eratnya dengan Indonesia, meski ia kini berkarier di Eropa.

Kisah perjuangan kakeknya telah menjadi motivasi bagi Idzes untuk terus berkembang. Ia ingin membuktikan kerja keras dan semangat pantang menyerah adalah kunci sukses. Keluarga Idzes kini sangat bangga dengan pencapaiannya bersama Timnas Indonesia. Terutama kakeknya yang sempat menyaksikan cucunya menjadi salah satu pilar penting di lini belakang skuad Garuda.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore