Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2024 | 17.03 WIB

Mengenal Istilah 'Joker' di Elite Pro Academy 2024/2025, Persebaya Surabaya Punya 5 Pemain dari Tim Utama

Pelatih Persebaya Paul Munster saat memberikan arahan kepada Alfan Suaib sebelum melakoni laga melawan Madura United U-20. (Persebaya) - Image

Pelatih Persebaya Paul Munster saat memberikan arahan kepada Alfan Suaib sebelum melakoni laga melawan Madura United U-20. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tidak hanya bersinar di Liga 1 Indonesia, tetapi juga di ajang Elite Pro Academy (EPA) 2024/2025. Tim kebanggaan Kota Pahlawan ini baru saja menuntaskan dua laga di EPA dengan hasil sempurna.

Ketiga tim kelompok umur Persebaya Surabaya yang berlaga di Lapangan C Gelora Bung Tomo berhasil meraih kemenangan di dua pertandingan mereka.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para pemain senior yang bermain sebagai ‘Joker’. Istilah ‘Joker’ di EPA merujuk pada pemain dari tim utama yang diperbolehkan bermain untuk tim kelompok umur, meskipun usia mereka di atas 20 tahun. Aturan ini memungkinkan lima pemain senior untuk turun memperkuat tim EPA dalam satu pertandingan.

Laga antara Persebaya U-20 dan Madura United U-20 menjadi salah satu momen di mana konsep Joker diterapkan. Pada pertandingan yang digelar Sabtu lalu, Persebaya U-20 sukses menang besar dengan skor 5-0.

Lima pemain dari tim senior Persebaya Surabaya yang berstatus Joker ikut ambil bagian dalam kemenangan tersebut. Mereka adalah Alfan Suaib, Rizky Dwi, Oktavianus Fernando, Randy May, dan kiper Aditya Arya.

Kehadiran pemain senior ini memberi keuntungan besar bagi tim EPA. Selain menambah kekuatan, mereka juga membawa pengalaman yang sangat berharga bagi pemain muda.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, yang turut hadir dalam pertandingan, menilai penampilan para Joker sangat membantu menjaga ritme permainan tim. Terlebih lagi, kelima pemain tersebut tidak mendapat kesempatan bermain di laga melawan Dewa United.

Munster menyatakan bahwa partisipasi pemain senior dalam EPA sangat penting untuk menjaga kebugaran mereka. "Saya punya waktu sekarang (jeda FIFA Matchday). Saya datang tidak hanya untuk melihat pemain senior, tapi juga untuk memberi motivasi kepada para pemain muda. Seperti yang saya sampaikan kepada para pemain, bila mereka bagus ada kesempatan untuk bergabung di tim senior," ujarnya dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Dengan adanya jeda karena FIFA Matchday, Munster memanfaatkan waktu untuk memantau langsung para pemain senior sekaligus memberikan motivasi kepada para pemain muda.

Bagi Munster, kompetisi EPA bukan hanya sekadar ajang untuk menguji kemampuan para pemain muda. Dia juga menggunakan momen ini untuk mencari talenta-talenta potensial yang bisa memperkuat tim senior di masa depan.

"Saya sudah mencatat beberapa nama pemain, saya suka dengan talenta muda, karena itu saya akan terus memantau mereka," ujar Munster.

Di samping para Joker, Munster menyatakan ada banyak pemain muda berbakat yang siap menembus skuad utama. Dia berharap para pemain muda bisa terus berkembang dan menunjukkan performa terbaik mereka di setiap pertandingan EPA.

Jika mereka mampu konsisten dan tampil gemilang, Munster tidak ragu memberi kesempatan bagi mereka untuk bergabung dengan tim utama.

EPA memang menjadi salah satu ajang yang penting bagi perkembangan pesepakbola muda Indonesia. Kompetisi ini dirancang untuk mengasah kemampuan dan pengalaman pemain muda sebelum mereka siap tampil di level senior.

Dengan regulasi yang mengizinkan pemain senior berstatus Joker, EPA memberikan peluang emas bagi pemain muda untuk belajar langsung dari rekan-rekan yang sudah berpengalaman.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore