Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 September 2024 | 19.37 WIB

Kisah Unik Mario Karlovic, Mantan Pemain Persebaya Surabaya Asal Australia yang Pernah Jadi ‘Pawang’ Diego Maradona

Mario Karlovic (kanan) ketika masih memperkuat Persebaya Surabaya bersama Andik Vermansah. (Jawa Pos) - Image

Mario Karlovic (kanan) ketika masih memperkuat Persebaya Surabaya bersama Andik Vermansah. (Jawa Pos)

JawaPos.com — Ketika legenda sepak bola dunia Diego Maradona menginjakkan kakinya di Indonesia pada 2013, banyak yang penasaran tentang bagaimana sang ‘Dewa Sepak Bola’ akan berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Maradona tiba di Tanah Air untuk serangkaian acara yang diharapkan dapat memperkuat hubungan antara sepak bola Indonesia dan dunia internasional. Namun, di balik kunjungan singkat itu, ada kisah menarik yang melibatkan seorang mantan pemain Persebaya Surabaya asal Australia, Mario Karlovic, yang secara tidak terduga menjadi ‘pawang’ sang legenda.

Pada 29 Juli 2013, Maradona tiba di Jakarta dalam mood yang kurang baik. Sejumlah agenda yang telah direncanakan di ibu kota harus dibatalkan, termasuk acara coaching clinic yang sangat dinantikan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kondisi emosional Maradona yang sedang tidak stabil juga membuat kunjungan ke Medan dan Makassar ikut dibatalkan. Salah satu penyebabnya adalah keengganan Maradona untuk melakukan perjalanan udara yang panjang.

Keadaan ini berubah ketika Maradona akhirnya terbang ke Surabaya, sebuah kota yang hanya berjarak satu jam penerbangan dari Jakarta. Namun, saat pertama kali tiba di Surabaya, suasana hati Maradona masih belum sepenuhnya pulih. Senyum yang dinantikan banyak orang belum juga muncul dari wajah pria kelahiran Lanus, Argentina, tersebut.

Namun, suasana berubah pada malam harinya saat gala dinner diadakan di Hotel JW Marriott. Dalam acara tersebut, salah satu sosok penting yang turut hadir adalah Mario Karlovic, mantan gelandang serang Persebaya Surabaya asal Australia.

Mario Karlovic, yang pada saat itu baru beberapa waktu meninggalkan Persebaya Surabaya, memiliki kesempatan untuk mendampingi Maradona selama acara berlangsung. Tak disangka, dia menjadi kunci perbaikan suasana hati Maradona.

Ketika band pengiring acara gala dinner mulai melantunkan lagu-lagu Amerika Latin, salah satu di antaranya adalah lagu populer “Volare”, Maradona akhirnya terlihat tersenyum dan ikut bernyanyi. Namun, yang benar-benar membuat sang legenda merasa tersentuh adalah ketika Mario Karlovic dengan perlahan mulai menyanyikan lagu “Ho Visto Maradona”, sebuah anthem yang sering dinyanyikan oleh pendukung Napoli di Stadio San Paolo sebagai penghormatan kepada sang idola.

Dengan suaranya yang lembut, Mario Karlovic berhasil memancing para awak media yang hadir untuk bergabung menyanyikan lagu tersebut. Perlahan, suara paduan itu semakin kuat hingga akhirnya terdengar oleh Maradona. Wajah murung yang sebelumnya terpancar di wajahnya langsung berubah menjadi ceria.

Maradona tak hanya bernyanyi, tetapi juga ikut mengisap cerutunya dengan raut wajah penuh kebahagiaan, seolah kembali mengenang masa-masa keemasannya bersama Napoli.

Momen itu tidak hanya membuat Maradona tersenyum, tetapi juga berdampak pada acara coaching clinic yang berlangsung keesokan harinya. Bertempat di lapangan Tugu Pahlawan, Surabaya, Maradona yang sebelumnya terlihat kurang antusias kini langsung turun ke lapangan, memberikan pelajaran dasar seperti mengoper bola, dribel, hingga pergerakan tanpa bola kepada ratusan anak-anak yang sangat antusias mengikuti acara tersebut.

Meskipun cuaca gerimis dan komunikasi antara Maradona dengan anak-anak peserta agak terbatas, suasana tetap hangat. Bahasa sepak bola tampaknya cukup untuk menyatukan mereka. Hal ini membuat banyak orang percaya bahwa Indonesia akan selalu memiliki tempat khusus dalam kenangan Maradona hingga akhir hayatnya.

Mario Karlovic, yang menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut, turut memberi kesan yang mendalam. Kehadirannya sebagai mantan pemain Persebaya Surabaya yang secara tidak langsung "menyelamatkan" suasana hati Maradona membuatnya dikenang sebagai sosok penting di balik kesuksesan acara itu.

Mario Karlovic bukan hanya dikenal karena kemampuannya di lapangan, tetapi juga karena kemampuannya membaca suasana dan membantu memperbaiki mood salah satu legenda terbesar sepak bola dunia.

Namun, kisah unik Maradona di Surabaya tidak berhenti di situ. Selain permintaan yang cukup aneh terkait sepatu dan baju favoritnya, yang harus dibeli secara khusus di Tunjungan Plaza, Maradona juga meminta alat karaoke di kamar hotelnya. Permintaan ini tentu menjadi sesuatu yang tidak biasa, tetapi pihak hotel langsung memenuhinya. Dan, benar saja, setelah fasilitas tersebut disiapkan, Maradona terlihat lebih rileks dan sering tertawa selama di kamarnya.

Kisah pertemuan dengan Maradona ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi Muhammad Zein Alhadad, pelatih nasional yang saat itu bertugas sebagai ketua panitia coaching clinic di Tugu Pahlawan. Menurut Alhadad, Maradona yang datang bersama kekasih dan asisten pribadinya menunjukkan sikap ramah dan humoris meskipun sebelumnya sempat terlihat dingin.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore