
Logo tengkorak Der Totenkopf St. Pauli yang terpampang di stadion. (Instagram/@fcstpauli)
JawaPos.com — Di dunia sepak bola, identitas klub tidak hanya terpampang pada performa di atas lapangan atau sejarah prestasi, tetapi juga pada simbol-simbol yang menyatu dengan jiwa dan budaya para pendukungnya.
Salah satu contoh yang mencolok datang dari klub Jerman, FC St. Pauli, dengan logo tengkorak khas mereka yang disebut Der Totenkopf. Logo ini punya makna yang mendalam, serupa dengan Wong Mangap, logo tak resmi yang sangat melekat di hati para suporter Persebaya Surabaya.
Meskipun logo resmi St. Pauli sebenarnya adalah gambar kastil merah yang dikelilingi lingkaran, bagi para penggemar setia klub ini, Der Totenkopf telah menjadi simbol ikonik.
Logo tengkorak yang khas ini mulai melekat pada St. Pauli sejak pertengahan 1980-an, mencerminkan semangat pemberontakan dan perlawanan terhadap ketidakadilan, yang sangat dekat dengan identitas klub dan para penggemarnya.
Pemandangan bendera dengan tengkorak ini di stadion Millerntor, markas St. Pauli, sudah menjadi pemandangan biasa yang tak terpisahkan dari atmosfer pertandingan klub tersebut.
Namun, cinta yang begitu mendalam antara St. Pauli dan Der Totenkopf sempat menghadapi ujian besar pada 2004. Klub yang bermarkas di Hamburg itu mengalami krisis finansial yang mengancam kelangsungan hidup mereka.
Demi menyelamatkan klub dari kebangkrutan, manajemen St. Pauli terpaksa menjual hak pemakaian logo Der Totenkopf kepada sebuah perusahaan lokal pembuat merchandise, Upsolut Merchandising.
Dengan terjualnya sekitar 90 persen hak logo tersebut, harapan St. Pauli untuk bertahan pun terselamatkan, meski harus kehilangan identitas kuat yang begitu menyatu dengan penggemar mereka.
Bertahun-tahun lamanya, para suporter harus melihat logo kesayangan mereka dikomersialkan oleh pihak lain. Bagi St. Pauli, kehilangan hak atas Der Totenkopf bukan sekadar perkara finansial, melainkan sebuah kehilangan emosional yang sangat dalam.
Tidak heran, ketika akhirnya pada 24 November 2015, setelah 11 tahun terpisah, klub berhasil menebus kembali hak atas logo tersebut, suasana penuh suka cita meliputi seluruh komunitas pendukung St. Pauli.
Untuk mengembalikan logo tengkorak itu ke tangan klub, manajemen St. Pauli harus mengeluarkan sekitar 1,3 juta euro atau setara dengan Rp18,8 miliar, sebuah jumlah yang tidak kecil, namun sebanding dengan makna yang dikandung oleh simbol tersebut.
"Sebuah langkah besar untuk kebebasan kami," ujar Presiden St. Pauli, Oke Gottlich, kala itu dikutip dari koran Jawa Pos edisi 28 November 2015. Baginya, Der Totenkopf bukan sekadar logo, tetapi sebuah identitas sosial yang menjadi identitas unik bagi St. Pauli.
Bendera tengkorak yang berkibar di stadion telah menjadi simbol perlawanan terhadap berbagai bentuk ketidakadilan, termasuk kapitalisme yang berlebihan dalam dunia sepak bola modern.
Kisah tentang Der Totenkopf di St. Pauli mengingatkan kita pada hubungan erat antara Persebaya Surabaya dan logo Wong Mangap, yang meskipun bukan logo resmi, telah menjadi bagian penting dari identitas klub dan para pendukungnya.
Wong Mangap, simbol dengan gambar manusia berwajah marah yang mulutnya terbuka lebar, adalah representasi dari keberanian dan ketangguhan Bonek—sebutan bagi suporter Persebaya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
