Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Agustus 2024 | 21.17 WIB

Terungkap Kisah Awal Andhika Ramadhani Masuk Tim Utama Persebaya Surabaya Berkat Kejelian Benny van Breukelen

Benny van Breukelen jadi sosok penting di balik performa  kiper-kiper muda dan tangguh milik Persebaya Surabaya. (persebaya.id) - Image

Benny van Breukelen jadi sosok penting di balik performa kiper-kiper muda dan tangguh milik Persebaya Surabaya. (persebaya.id)

JawaPos.com — Perjalanan seorang pesepak bola muda menuju tim utama tidak pernah mudah, terlebih di klub sebesar Persebaya Surabaya yang memiliki sejarah panjang dan penggemar yang sangat fanatik.

Namun, bagi seorang Andhika Ramadhani, perjalanan tersebut dimulai dari sebuah panggilan telepon yang penuh harapan dan haru. Cerita ini adalah tentang bagaimana kejelian seorang pelatih kiper legendaris Persebaya Surabaya, Benny van Breukelen, membuka jalan bagi Andhika untuk naik ke tim utama Persebaya Surabaya, membawa kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak anak muda yang bermimpi menembus level tertinggi dalam dunia sepak bola.

Kala itu, Persebaya Surabaya tengah menghadapi krisis di posisi penjaga gawang. Dua kiper utamanya, Rivky Mokodompit dan Ernando Ari, sedang berada di skuad tim nasional, meninggalkan Angga Saputro sebagai satu-satunya kiper yang tersedia untuk tim.

Situasi ini memaksa tim pelatih Persebaya untuk segera mencari solusi, dan pilihan terbaik yang ada adalah mempromosikan salah satu kiper dari tim U-20 ke tim senior. Di antara pilihan yang ada, terdapat dua nama yang mencuat: Ababil Syabella Bram dan Andhika Ramadhani.

Dalam situasi yang menegangkan ini, Benny van Breukelen, pelatih kiper Persebaya yang memiliki pengalaman panjang dan prestasi cemerlang, sudah memiliki pilihan. Keputusannya jatuh pada Andhika Ramadhani, seorang kiper muda yang diam-diam telah mencuri perhatian Benny dengan bakat dan kemampuannya yang luar biasa.

Benny tidak ragu-ragu untuk segera menghubungi Andhika, memberi tahu bahwa dia harus bersiap jika latihan tim utama dimulai. "Saya sudah telepon Dhika (Andhika Ramadhani) untuk siap-siap kalau latihan dimulai," kata Benny dikutip dari koran Jawa Pos edisi 16 Agustus 2020.

Keputusan Benny ini bukan tanpa alasan. Meski Andhika masih berada di skuad U-20, Benny sudah mengenal baik kemampuan kiper muda ini. Sejak awal musim, saat Persebaya menjalani training center di Jogjakarta, Andhika telah menunjukkan potensinya di hadapan Benny. Pada waktu itu, Persebaya hanya memiliki Ernando di bawah mistar gawang, karena Angga dan Rivky belum bergabung dengan tim.

Kesempatan ini memberi Benny waktu dan kesempatan untuk lebih mengenal dan melatih Andhika secara langsung. Melalui proses ini, Benny dapat melihat dengan jelas bahwa Andhika memiliki kualitas cukup bersaing di level lebih tinggi.

Keputusan untuk mempromosikan Andhika ke tim utama memang belum final. Semua keputusan di Persebaya harus mendapatkan persetujuan dari pelatih kepala, Aji Santoso. Meskipun begitu, Benny telah memberikan tugas dan tanggung jawab lebih kepada Andhika.

Dia meminta Andhika untuk mulai berlatih secara mandiri, mempersiapkan diri untuk tantangan yang akan datang. "Dhika sudah saya beri materi untuk mulai latihan secara mandiri," tambah Benny, menunjukkan keyakinannya bahwa Andhika siap untuk menghadapi tantangan ini.

Namun, promosi Andhika ke tim utama masih harus menunggu lampu hijau dari Aji Santoso pelatih Persebaya Surabaya kala itu. Dalam dunia sepak bola, setiap keputusan penting seperti ini harus melalui proses yang matang dan pertimbangan yang cermat.

Benny, yang memiliki pengalaman sebagai mantan kiper Niac Mitra dan berbagai klub lainnya, sangat memahami hal ini. "Semuanya kan harus atas seizin pelatih kepala dulu. Harus ada lampu hijau dari coach Aji (Santoso),” tambahnya.

Dia tahu naik ke tim utama bukanlah sekadar soal kemampuan teknis, tetapi juga soal mentalitas dan kesiapan menghadapi tekanan di level tertinggi. Namun, dengan kondisi Ernando yang akan fokus ke tim nasional U-19 dan mengikuti ajang AFC Cup U-19 di Uzbekistan pada 14-31 Oktober, peluang bagi Andhika untuk naik ke tim utama semakin terbuka lebar.

"Makanya, Ernando saat ini memang tidak bisa diganggu," jelas Benny, menegaskan situasi yang membuat promosi Andhika menjadi semakin realistis.

Kisah Andhika Ramadhani ini bukan hanya tentang seorang kiper muda yang mendapatkan kesempatan untuk naik ke tim utama, tetapi juga tentang kejelian dan intuisi seorang pelatih kiper seperti Benny van Breukelen yang mampu melihat potensi dan memberikan arahan yang tepat pada waktu yang tepat.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore