
Mohammed Rashid atau Si Gundul bisa jadi jawaban ketika lini depan Persebaya Surabaya buntu di Liga 1 Indonesia. (Instagram: Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan dalam laga anniversary game melawan Persibo Bojonegoro di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (29/6) malam.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya menang dengan skor 2-0, dengan dua gol yang dicetak pada babak kedua oleh Mohammed Rashid pada menit ke-70 dan Bruno Moreira pada menit ke-86. Kemenangan ini tidak hanya menjadi tanda positif bagi tim, tetapi juga menunjukkan potensi besar dari pemain barunya, Mohammed Rashid, yang mencetak gol dalam laga perdananya bersama Persebaya.
Gol pertama Rashid berawal dari tendangan penjuru yang dieksekusi oleh Andre Oktaviansyah, pemain muda berusia 21 tahun. Umpan lambung Andre berhasil diarahkan dengan sempurna oleh Rashid ke tiang jauh, membuat kiper Persibo tidak mampu mengantisipasi bola tersebut.
Gol ini memecah kebuntuan Persebaya yang sebelumnya bermain imbang 0-0 di babak pertama. Selama babak pertama, banyak peluang emas yang tercipta, namun beberapa tembakan membentur tiang gawang dan tidak menghasilkan gol.
Gol kedua Persebaya dicetak oleh Bruno Moreira, yang berawal dari umpan cut back Alfan Suaib. Alfan, yang baru berusia 20 tahun, masuk pada menit ke-54 menggantikan Oktafianus Fernando. Segera setelah masuk, Alfan langsung memberikan ancaman kepada barisan pertahanan Persibo.
Pada menit ke-68, akselerasinya diakhiri dengan tembakan keras jarak jauh, namun masih berhasil diblok oleh kiper Persibo. Pada menit ke-75, Alfan melakukan tusukan dari sisi kanan, melepaskan diri dari kawalan lawan, dan memberikan umpan manis kepada Bruno yang berhasil memaksimalkan peluang tersebut menjadi gol.
Kemenangan ini menjadi bekal positif bagi Persebaya. Bukan hanya soal skor, tetapi juga perkembangan kondisi pemain yang sudah cukup baik. Pelatih Paul Munster melakukan banyak rotasi pada babak kedua, termasuk memasukkan Francisco Rivera pada ujung pertandingan. Meskipun Rivera hanya bermain beberapa menit, ia setidaknya merasakan atmosfer pertandingan di Gelora Bung Tomo yang dihadiri oleh 40 ribu penonton.
Mohammed Rashid, pemain yang baru bergabung dengan Persebaya, menunjukkan penampilan yang impresif dalam laga ini. Sebelumnya, Rashid bermain untuk Bali United di Liga 1 musim lalu dan memiliki catatan statistik yang cukup baik. Rashid bermain dalam total 32 pertandingan, memulai 25 di antaranya, dengan rata-rata menit bermain per pertandingan sebesar 81 menit.
Dalam hal menyerang, Rashid mencetak dua gol dengan frekuensi mencetak gol setiap 1.290 menit, serta memiliki rata-rata tembakan per pertandingan sebesar 1,3 dan tembakan tepat sasaran sebesar 0,4 per pertandingan.
Dalam aspek pengumpanan, Rashid memberikan 4 assist dengan rata-rata umpan kunci per pertandingan sebesar 1,2. Akurasi umpan Rashid cukup tinggi, dengan rata-rata 24,8 umpan akurat per pertandingan (83%), serta akurasi umpan panjang sebesar 62% dan akurasi umpan silang sebesar 48%. Dalam hal bertahan, Rashid mencatatkan rata-rata intersep per pertandingan sebesar 2,7 dan bola yang direbut kembali per pertandingan sebesar 6,1. Namun, Rashid juga tercatat membuat 8 kesalahan yang berujung pada peluang bagi lawan.
Dalam aspek lain, Rashid memiliki rata-rata dribel sukses per pertandingan sebesar 0,8 dengan persentase kesuksesan sebesar 80%. Rashid juga memenangkan total duel sebesar 4,0 per pertandingan (36%), serta duel udara sebesar 0,8 per pertandingan. Rashid juga tercatat menerima 7 kartu kuning selama musim lalu.
Gol yang dicetak oleh Rashid dalam laga perdananya bersama Persebaya menunjukkan bahwa pemain ini memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan bagi tim. Sebagai gelandang yang serba bisa, Rashid tidak hanya mampu mencetak gol, tetapi juga memberikan kontribusi dalam bertahan dan mengatur serangan. Kemampuannya dalam berbagai aspek permainan membuatnya menjadi aset berharga bagi Persebaya.
Rashid, yang sebelumnya bermain untuk Bali United, dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan mencetak gol dari lini tengah. Meskipun tidak selalu mencetak banyak gol, kontribusinya dalam memberikan assist dan membantu pertahanan sangat penting bagi tim. Di Bali United, Rashid sering kali menjadi pemain kunci dalam strategi permainan tim, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Performa Rashid dalam laga melawan Persibo menunjukkan bahwa ia bisa beradaptasi dengan cepat dalam tim baru. Kemampuan Rashid untuk mencetak gol dari situasi bola mati menunjukkan kecerdasannya dalam membaca permainan dan eksekusi yang tepat. Dengan potensi besar yang dimiliki oleh Rashid, Persebaya Surabaya diharapkan dapat meraih prestasi lebih tinggi di musim Liga 1 2024/2025.
Selain Rashid, kontribusi dari pemain muda seperti Andre Oktaviansyah dan Alfan Suaib juga menjadi sorotan. Keduanya memberikan assist yang berbuah gol dalam pertandingan tersebut. Andre, yang masih berusia 21 tahun, menunjukkan kemampuannya dalam situasi bola mati dengan memberikan umpan yang sempurna kepada Rashid. Sementara itu, Alfan, yang baru berusia 20 tahun, menunjukkan akselerasi dan kreativitas dalam menyerang, yang akhirnya menghasilkan gol kedua untuk Persebaya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
