Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Mei 2024 | 23.23 WIB

Tanpa Maarten Paes di Timnas Indonesia, Kiper Persebaya Ernando Ari Berpeluang Besar Jadi Kiper Utama

KIPER UTAMA: Absennya Maarten Paes membuka jalan Ernando Ari Sutaryadi (kiri) jadi kiper utama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram Ernando Ari Sutaryadi) - Image

KIPER UTAMA: Absennya Maarten Paes membuka jalan Ernando Ari Sutaryadi (kiri) jadi kiper utama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram Ernando Ari Sutaryadi)

JawaPos.com — Pelatih Shin Tae-yong baru saja merilis daftar 22 pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam dua pertandingan penting Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dan Filipina.

Pertandingan yang akan berlangsung pada 6 dan 11 Juni 2024 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta ini sangat krusial bagi skuad Garuda. Setidaknya, kemenangan dalam satu dari dua laga ini akan memastikan langkah Indonesia ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, dalam daftar pemain yang diumumkan, ada beberapa kejutan besar. Nama-nama yang biasanya menjadi andalan seperti Elkan Baggott dan Marc Klok tidak dipanggil. Selain itu, beberapa pemain lain seperti Edo Febriansah, Wahyu Prasetyo, Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, dan Hokky Caraka juga absen dari skuad kali ini.

Sementara itu, pemain-pemain langganan seperti Asnawi Mangkualam, Rizky Ridho, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Ivar Jenner masih tetap menghiasi skuad Garuda.

Absennya Maarten Paes, kiper utama dalam beberapa laga sebelumnya, memberikan kesempatan emas bagi kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi. Tanpa Paes, peluang Ernando untuk menjadi kiper utama di dua laga penting ini semakin terbuka lebar.

Mari kita telaah lebih dalam mengenai peluang Ernando dan perbandingan statistik antara dirinya dengan kiper PSIS Semarang, Adi Satryo, yang juga dipanggil dalam skuad kali ini.

Ernando Ari Sutaryadi, kiper muda berbakat dari Persebaya Surabaya, memiliki statistik yang cukup impresif di Liga 1 Indonesia 2023/2024. Dari 14 pertandingan yang dia mainkan, Ernando selalu tampil sebagai starter dan mencatatkan total waktu bermain rata-rata 97 menit per pertandingan. Dengan rata-rata kebobolan 1.5 gol per pertandingan dan 2.7 penyelamatan per game dengan persentase penyelamatan 64%, Ernando menunjukkan performa yang konsisten di bawah mistar gawang.

Di sisi lain, Adi Satryo dari PSIS Semarang juga menunjukkan performa yang tidak kalah mengesankan. Dalam 23 pertandingan yang dimainkan, Adi selalu menjadi starter dengan rata-rata waktu bermain 96 menit per pertandingan.

Adi memiliki rata-rata kebobolan 1.2 gol per game dan 3.5 penyelamatan per game dengan persentase penyelamatan 74%. Secara statistik, Adi unggul dalam hal jumlah penyelamatan dan persentase penyelamatan dibandingkan Ernando.

Meski begitu, ada beberapa aspek lain yang perlu dipertimbangkan oleh pelatih Shin Tae-yong dalam menentukan kiper utama. Ernando, meskipun sedikit tertinggal dalam hal penyelamatan, memiliki tingkat akurasi umpan yang cukup baik dengan 83% umpan akurat per game dan 59% umpan panjang akurat. Hal ini menunjukkan kemampuan Ernando dalam mendistribusikan bola dengan baik dari belakang, yang bisa menjadi keuntungan tersendiri dalam strategi permainan timnas.

Dari segi clean sheet, Ernando mencatatkan 3 clean sheets dari 14 pertandingan, sedangkan Adi Satryo berhasil mencatatkan 5 clean sheet dari 23 pertandingan. Dalam hal intersep dan pemulihan bola, kedua kiper memiliki statistik yang cukup seimbang. Ernando mencatatkan 1.8 intersep per game dan 5.0 bola dipulihkan per game, sementara Adi mencatatkan 1.7 intersep per game dan 4.7 bola dipulihkan per game.

Aspek lain yang juga menjadi perhatian adalah jumlah kesalahan yang berujung pada tembakan. Ernando mencatatkan 2 kesalahan yang berujung pada tembakan, sementara Adi mencatatkan 5 kesalahan. Dalam hal ini, Ernando menunjukkan ketenangan dan konsistensi yang lebih baik di bawah tekanan, yang bisa menjadi faktor penentu dalam pertandingan-pertandingan penting.

Selain statistik di lapangan, pengalaman internasional dan mentalitas juga akan menjadi pertimbangan penting bagi Shin Tae-yong. Ernando, yang pernah tampil di berbagai level timnas junior, memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi tekanan di pertandingan besar. Adi Satryo, meskipun juga memiliki pengalaman internasional, harus menunjukkan bahwa dia bisa tampil konsisten di level tertinggi.

Dengan melihat statistik dan berbagai aspek lainnya, Ernando Ari memiliki peluang besar untuk menjadi kiper utama Timnas Indonesia dalam dua pertandingan penting melawan Irak dan Filipina. Absennya Maarten Paes membuka jalan bagi Ernando untuk menunjukkan kemampuannya dan membuktikan bahwa dia layak menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang skuad Garuda.

Perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 memang masih panjang, namun setiap pertandingan memiliki arti penting yang besar. Dukungan dari seluruh pemain, termasuk performa gemilang dari penjaga gawang, akan sangat menentukan hasil akhir dari perjuangan timnas. Ernando Ari, dengan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya, diharapkan bisa menjadi pilar kuat di lini belakang dan membawa Indonesia melangkah lebih jauh di kualifikasi ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore