
JEJAK GEMILANG: Indra Sjafri yang sekarang tengah menangani Timnas Indonesia U-20 adalah salah satu pelatih top yang berasal dari Sumatera Barat. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com — Pada panggung sepak bola nasional, tidaklah mudah untuk mencapai kesuksesan. Namun, di tengah tantangan tersebut, terdapat cerita inspiratif tentang keberhasilan pelatih-pelatih dari Sumatera Barat yang mampu menorehkan prestasi gemilang.
Kehadiran mereka menjadi sorotan, tidak hanya karena pencapaian di lapangan hijau, tetapi juga karena filosofi serta pendekatan mereka yang unik dalam mengelola tim.
Salah satu legenda yang patut disebutkan adalah Suhatman Imam, sosok yang dikenal sebagai pelopor dalam dunia kepelatihan sepak bola di Sumatera Barat dan pentas nasional setidaknya sampai akhir dekade 2000-an.
Sebelum era kejayaan pelatih-pelatih seperti Jafri Sastra, Nil Maizar, dan Indra Sjafri, Suhatman Imam telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sepak bola di daerah tersebut. Kehadirannya membuka jalan bagi generasi pelatih berikutnya untuk mengukir prestasi di pentas nasional.
Prestasi yang diraih oleh tim-tim yang ditangani oleh para pelatih urang awak ini tidaklah terjadi begitu saja. Mereka telah melalui perjalanan panjang yang dipenuhi dengan kesabaran, keberanian, dan semangat untuk terus belajar.
Kunci kesuksesan mereka tidak hanya terletak pada pengetahuan taktis di lapangan, tetapi juga pada integritas, disiplin tinggi, dan keberanian untuk menolak budaya pemain titipan dalam tim.
Salah satu momen epik yang mencerminkan semangat sportivitas dan rasa saling menghormati antara pelatih adalah ketika Jafri Sastra, pelatih Mitra Kukar kala itu, memilih untuk menghampiri bench lawan setelah kemenangan timnya dalam final Piala Jenderal Sudirman pada 24 Januari 2016 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
Gestur tersebut menunjukkan bahwa di atas segala persaingan, ada rasa persaudaraan yang kuat di antara para pelatih, terlepas dari tim mana yang mereka tangani.
Di sana dia memeluk erat sosok yang selama 90 menit sebelumnya menjadi musuh dalam perang adu taktik di lapangan: pelatih Semen Padang Nil Maizar. "Terima kasih, terima kasih," kata Jafri membalas ucapan selamat dari Nil, keduanya lantas kembali berpelukan dikutip dari Jawa Pos koran edisi 26 Januari 2016.
Menurut Emral Abus pada 2016, Sumatera Barat saat ini total memiliki tujuh pelatih dengan Lisensi A AFC (Asian Football Confederation). Jumlah itu terbanyak untuk daerah di luar Jawa.
Selain dia, Nil, Jafri, dan Indra Sajfri, ada Syafrianto Rusli, John Arwandi, serta Yeni Wardin. "Saya memang selalu memotivasi anak- anak Padang untuk ambil sertifikat pelatih. Sebab, modal legalitas itu sangat penting," ucap instruktur lisensi kepelatihan tingkat nasional dan mantan pelatih Persib Bandung itu.
Keberhasilan para pelatih urang awak (sebutan untuk orang Minang) ini juga tercermin dalam pendekatan mereka terhadap pengelolaan tim. Mereka dikenal memiliki keberanian dalam memberikan kesempatan kepada pemain muda, serta membangun tim yang mengutamakan permainan menyerang.
Kepercayaan yang diberikan kepada pemain muda bukanlah tanpa alasan, karena para pelatih ini meyakini bahwa potensi para pemain muda harus diberikan ruang untuk berkembang.
Selain itu, pendekatan mereka terhadap permainan juga mencerminkan filosofi sepak bola menyerang, yang diwujudkan melalui pola permainan yang agresif dan kreatif. Mereka menolak untuk bermain dengan cara bertahan atau "memarkir bus", dan lebih memilih untuk mengandalkan serangan balik yang cepat dan efektif.
Di balik kesuksesan mereka, terdapat komitmen yang kuat untuk terus belajar dan berkembang. Para pelatih ini secara konsisten meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam dunia kepelatihan, baik melalui pengalaman lapangan maupun pendidikan formal. Hal ini membuktikan bahwa semangat untuk belajar merupakan kunci utama dalam mencapai kesuksesan dalam profesi kepelatihan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
