Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Maret 2024 | 19.51 WIB

Mengenang Memori Manis Timnas Indonesia di SEA Games 1991 Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Kontra Vietnam

PERSIAPAN: Timnas Indonesia menjalani persiapan dengan menggelar latihan perdana jelang hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion SUGBK. (Tim Media PSSI) - Image

PERSIAPAN: Timnas Indonesia menjalani persiapan dengan menggelar latihan perdana jelang hadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion SUGBK. (Tim Media PSSI)

JawaPos.com — Sejak meraih medali emas pada SEA Games 1991 dan sebelum kembali meraihnya pada SEA Games 2023, Timnas Indonesia hanya mampu meraih empat medali perak dan tiga medali perunggu. Hal ini menjadi catatan miris mengingat Timnas Indonesia tertinggal jauh dari rival-rivalnya. Usai meraih medali emas di SEA Games 1991, Timnas Indonesia tertinggal dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Dua nama terakhir bahkan masing-masing mampu membawa dua medali emas dalam 15 edisi terakhir. Dengan kiprah tersebut, Timnas Indonesia di SEA Games 1991 pun ibarat menjadi legenda, karena keberhasilannya tersebut. Apalagi perjalanan skuad Garuda untuk merengkuh medali emas didapat dengan cara yang tak mudah.

Pada SEA Games 1991 silam, para kontestan masih menggunakan pemain senior atau tim senior masing-masing. Aturan menggunakan pemain muda baru diberlakukan 10 tahun kemudian atau 2001. Meski diperbolehkan turun dengan pemain senior, pelatih Timnas Indonesia saat itu, Anatoli Fyodorich Polosin, justru membawa banyak pemain muda.

Dari 18 pemain yang dibawa, 10 pemain di antaranya saat itu adalah pemain muda seperti Widodo C Putro, Rochi Putiray, Peri Sandria, hingga Sudirman yang baru berusia 21 dan 22 tahun. Sedangkan delapan pemain lainnya adalah pemain berlabel bintang seperti Robby Darwis, Ferril Hattu, Kas Hartadi, hingga Yusuf Ekodono yang jadi andalan di tim senior.

Pasca menentukan para pemain pilihannya, Polosin membawa 18 pemain untuk melakoni pemusatan latihan. Alih-alih berlatih taktik, pelatih asal Rusia itu justru menekankan latihan fisik secara intens, seakan ia menyadari bahwa kekurangan Timnas Indonesia itu adalah soal fisik. Latihan fisik ekstra keras ini bahkan berbuah kisah unik, di mana sebagian pemain bahkan tak tahan, muntah-muntah, dan kabur dari pemusatan latihan. Tapi latihan keras ini justru berbuah manis.

Timnas Indonesia bisa tampil garang sepanjang SEA Games 1991 hingga meraih medali emas. Tak tanggung-tanggung, Polosin bisa membuat Timnas Indonesia menyabet medali emas dengan status mentereng, yakni unbeaten atau tak terkalahkan.

Latihan keras dan perjudian Polosin membawa mayoritas pemain muda telah menunjukkan hasil sejak laga pertama SEA Games 1991. Di laga pertama, dua pemain muda Timnas Indonesia, yakni Widodo C Putro dan Rochi Putiray, mampu mencetak gol kemenangan atas Malaysia. Di laga kedua, giliran pemain senior Robby Darwis yang membawa Timnas Indonesia menang atas Vietnam lewat gol semata wayangnya.

Lalu di laga terakhir grup B, kombinasi pemain senior dan muda yakni Ferril Hattu dan Rochi Putiray membawa Timnas Indonesia comeback atas tuan rumah Filipina. Lolos ke semifinal dengan status juara grup B, Timnas Indonesia kemudian ditantang oleh Singapura. Bertanding di Rizal Memorial Stadium, tim Merah Putih berhasil menang. Kemenangan ini didapatkan lewat adu penalti, setelah dua penendang Singapura, yakni Thambiah Pathmanathan dan Saaid Shukor gagal menuntaskan tugasnya.

Kemenangan ini mengantarkan Indonesia ke final dan menghadapi tim kuat yakni Thailand di partai puncak SEA Games 1991. Di final, laga berjalan imbang selama waktu normal dan babak extra time, sehingga pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Kiper Timnas Indonesia kala itu, Eddy Harto yang jadi pahlawan di semifinal, kembali menjadi pahlawan di final usai berhasil menepis eksekutor penalti Thailand ke-6, yakni Pairote Puangchan. Tepisan tangan emas Eddy Harto, serta fisik yang telah ditempa saat pemusatan latihan, membawa Timnas Indonesia meraih medali emas dengan status unbeaten atau tak terkalahkan.

Dalam menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026, kenangan gemilang dari SEA Games 1991 bisa menjadi inspirasi bagi Timnas Indonesia. Mereka membangun kembali semangat juang dan persiapan yang matang, mengingat betapa pentingnya meraih kemenangan demi cita-cita besar mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Timnas Indonesia mempersiapkan diri dengan penuh tekad. Kita mengenang kembali momen-momen heroik dari SEA Games 1991, menempa semangat juang yang tak terkalahkan untuk meraih hasil maksimal di lapangan hijau.

Nostalgia akan kemenangan gemilang Timnas Indonesia di SEA Games 1991 menjadi tonggak penting dalam membangun semangat juang dan kesiapan menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026. Dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, Timnas Indonesia siap menghadapi tantangan berat demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Dengan mengenang kembali momen-momen epik di SEA Games 1991, Timnas Indonesia membuktikan bahwa semangat juang dan ketangguhan dapat mengantarkan mereka meraih hasil yang gemilang di kancah internasional. Sebagai sebuah tim yang memiliki sejarah gemilang seperti pada SEA Games 1991, Timnas Indonesia telah membuktikan bahwa semangat, tekad, dan persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan di lapangan hijau.

Menyadari betapa pentingnya kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia menjalani persiapan yang intensif dan komprehensif. Mereka tidak hanya fokus pada aspek teknis permainan, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan kebugaran fisik para pemain.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore