
CATATAN BURUK: Yohanes Kandaimu mendapat arahan dari pelatih Aji Santoso dalam sesi latihan. Dia jadi salah satu pencetak gol bunuh diri di Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya, tim yang menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya dan memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia, harus menghadapi catatan buruk yang cukup mencolok di Liga 1 musim ini.
Tiga gol bunuh diri atau own goal telah terjadi dalam perjalanan mereka di kompetisi tersebut, meninggalkan keraguan dan kekecewaan di antara para pendukungnya.
Photo
Pertama-tama, insiden yang mencolok terjadi pada pertandingan melawan Borneo FC Samarinda pada 3 September 2023. Saat itu, Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit ketika bola mengarah ke gawang mereka pada menit ke-45.
Gol yang seharusnya menjadi momen pembuka bagi Borneo FC Samarinda, ternyata tercipta melalui tendangan Yohanes Kandaimu yang malah mengarah ke gawangnya sendiri. Kejadian yang tidak terduga ini membuat atmosfer di Stadion Surajaya Surabaya begitu tegang, dan meskipun Persebaya Surabaya akhirnya membalas dengan satu gol, kekalahan tetap tidak terelakkan.
Tidak berhenti di situ, Persebaya Surabaya kembali mengalami nasib yang sama dalam pertandingan melawan Persik pada 27 Oktober 2023. Pada menit ke-55, bola kembali meluncur menuju gawang mereka, kali ini setelah tendangan dari Song UI-young.
Namun, bola itu malah berbelok arah setelah mengenai kaki salah satu pemain Persebaya Surabaya, menciptakan kejadian yang menyedihkan bagi tim tuan rumah dan memberikan keuntungan besar bagi lawan.
Saat harapan untuk memperbaiki catatan buruk itu sudah tinggal sedikit, nasib buruk kembali menimpa Persebaya Surabaya dalam pertandingan terakhir mereka pada 23 Februari 2024 melawan Persita Tangerang.
Gol bunuh diri ketiga dalam musim ini terjadi pada menit pamungkas babak pertama, menambah daftar kekecewaan bagi para pendukung yang setia. Kali ini, gol tersebut datang setelah bola membentur kaki Paulo Henrique dari Persebaya Surabaya, membuatnya masuk ke gawang sendiri.
Kesalahan itu tidak bisa hanya ditujukan pada satu pemain, menurut penilaian tajam Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara ini menegaskan bahwa kesalahan tersebut merupakan hasil dari kurangnya konsentrasi secara keseluruhan dalam mengantisipasi situasi set piece.
“Pada babak pertama kami memiliki banyak peluang. Namun, sayangnya pada pengujung babak, kami lengah saat set piece dan kami justru kebobolan,” kata Paul Munster pasca laga di Indomilk Arena.
“Kemudian pada babak pertama kami bekerja keras, kami melakukan tiga perubahan taktik dan kami berhasil mencetak gol. Kami terus menekan, namun tidak efektif dalam mengeksekusi peluang pada babak kedua,” tambah mantan pelatih Bhayangkara FC tersebut.
“Itu kesalahan pemain kami dan kiper. Itu situasi yang kurang menguntungkan dalam set piece. Pada babak kedua, secara mental dia lebih kuat, sebab Paulo tahu dia punya kans. Kami sudah membuat satu gol. Kami coba mengejar gol kedua, namun kami kurang beruntung untuk mendapatkannya,” jelasnya terkait kondisi gol bunuh diri di lapangan.
Tentu saja, catatan buruk ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pencinta sepak bola Surabaya dan Indonesia secara keseluruhan. Tidak hanya karena kejadian yang langka, tetapi juga karena dampaknya yang signifikan terhadap kinerja dan mental pemain.
Bagaimana tidak, setiap gol bunuh diri tersebut bukan hanya merugikan secara langsung dalam perolehan skor, tetapi juga dapat memengaruhi motivasi dan kepercayaan diri para pemain.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
