
WUJUDKAN MIMPI: Song Ui-young mewujudkan mimpinya ketika menjejakkan kaki dan bermain di Seoul World Cup Stadium. (FIFA)
JawaPos.com — Bagi Song Ui-young, yang saat ini bermain di Persebaya Surabaya, sebuah perjalanan menakjubkan dari mimpi menjadi kenyataan dimulai ketika dia menjejakkan kakinya di Seoul World Cup Stadium.
Pria kelahiran Korea Selatan ini, yang kini menjadi warga negara Singapura yang dinaturalisasi, menemukan dirinya berada di panggung besar. Tidak sebagai bagian dari Taegeuk Warriors yang diidamkannya sejak kecil, tetapi sebagai bagian dari tim nasional Singapura yang membanggakan.
Sebagai anak muda, Song Ui-young memiliki impian besar untuk mengenakan seragam Taegeuk Warriors dan bermain di Seoul World Cup Stadium. Namun, takdir membawanya ke arah yang berbeda.
Setelah menyelesaikan sekolahnya, dia memutuskan untuk mencari tantangan baru dan memulai perjalanan ke Singapura pada 2012. Di sana, dia menemukan rumah baru di klub Lion City Sailors (sebelumnya dikenal sebagai Home United), membuka jalan bagi debutnya bersama tim nasional Singapura pada 2021.
Ketika penonton yang terjual habis memenuhi Seoul World Cup Stadium, sorakan untuk bintang-bintang Korea seperti Son Heung-min dan Lee Kang-in terdengar gemuruh. Namun, sorotan juga tertuju pada nama di starting XI Singapura: Song Ui-young – seorang pemain yang jelas berasal dari Korea Selatan. Meskipun tidak mengenakan seragam Taegeuk Warriors, Song Song Ui-young merasakan sentuhan ajaib saat berdiri di stadion impian masa kecilnya.
Ketika diwawancara oleh FIFA, Song Ui-young menceritakan perjalanannya yang luar biasa dari bermain di Seoul World Cup Stadium hingga menjadi anggota tim nasional Singapura yang penuh semangat.
"Saya sebenarnya bersemangat selama berminggu-minggu sebelum pertandingan," kata Song Ui-young, merenung tentang pengalaman yang luar biasa ini. "Sebagai pesepak bola yang lahir dan besar di Korea, merupakan pengalaman istimewa bermain di Stadion Piala Dunia Seoul dengan mengenakan seragam lawan, bukan seragam Anda sendiri."
Namun, di balik euforia tersebut, Song Ui-young mengalami momen refleksi yang mendalam. "Saat kedua lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum kick-off, rasanya semakin pahit dan membuat saya bergidik," ujarnya.
Ini adalah momen yang mengingatkannya pada semua perjuangan dan kesulitan yang dihadapi sepanjang perjalanan kariernya.
Bagi Song Ui-young, Singapura adalah rumah kedua yang memberinya kesempatan baru dan kehidupan yang lebih baik. "Saya cukup beruntung diperkenalkan oleh pelatih saya kepada klub Singapura. Setelah menilai permainan saya, klub menawari saya kontrak, jadi saya pergi ke Singapura awalnya sebagai pemain luar negeri untuk tim cadangan mereka."
Proses adaptasi di Singapura tidaklah mudah bagi Song Ui-young. Bahasa, budaya, dan gaya hidup yang berbeda menantangnya. Namun, dengan tekad dan kerja keras, dia berhasil menemukan tempatnya dan menjadi salah satu pemain terbaik di negara tersebut.
"Saya sangat senang dengan kehidupan saya di Singapura dan ingin tinggal lebih lama," kata Song Ui-young, merenung tentang perjalanannya.
Keputusannya untuk menjadi warga negara Singapura yang dinaturalisasi adalah langkah penting dalam kariernya. "Naturalisasi tertunda karena alasan administratif, namun saya bersyukur atas upaya ekstra yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola dan Asosiasi Atletik Singapura hingga akhirnya membuat saya memenuhi syarat untuk bermain untuk Singapura."
Sebagai anggota tim nasional Singapura, Song Ui-young mengalami berbagai tantangan dan pengalaman yang mengesankan. Dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026, dia menghadapi Korea Selatan, tanah airnya sendiri. Meskipun bukan sebagai bagian dari Taegeuk Warriors, dia merasakan kebanggaan dan emosi yang luar biasa saat berdiri di lapangan yang selama ini hanya dia impikan dari kejauhan.
Menatap masa depan, Song Ui-young tidak hanya memikirkan tentang kariernya di lapangan, tetapi juga tentang kontribusinya di luar lapangan. "Saya berbicara dengan beberapa pemain Korea setelah pertandingan, termasuk Son Heung-min. Semua pemain Korea membuat saya merasa diterima dan saya sangat bersyukur atas pengalaman yang luar biasa ini."

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
