Pemain asal Jepang, Takatoshi Uchida, saat memperkuat Persebaya Surabaya
JawaPos.com–Skuad Persebaya Surabaya identik dengan pemain-pemain asal Jepang dalam Liga 1 tiga musim terakhir. Sampai paro musim ini tim berjuluk Green Force itu masih memiliki Sho Yamamoto. Sedangkan dua musim sebelumnya, Persebaya diperkuat Taisei Marukawa.
Kedua pemain asal Negeri Matahari terbit itu meneruskan tongkat estafet dari seniornya, Takatoshi Uchida, yang menjadi pemain asal Jepang pertama yang memperkuat Persebaya.
Pemain yang akrab disapa Taka itu lahir pada 20 Januari 1982, dan bergabung dengan Persebaya Surabaya saat usianya menginjak 27 tahun. Dia berposisi sebagai bek tengah.
Saat itu, Taka diberi nomor punggung 5, dan disiapkan sebagai banteng terakhir pertahanan Persebaya Surabaya untuk mengarungi Indonesia Super League (ISL) musim 2009/2010.
Menurut data yang dihimpun oleh Transfermarkt, sebelum bergabung dengan Green Force, taka memperkuat klub Liga Singapura, Albirex Nigata FC, yang hingga kini menjadi salah satu klub top dari liga tersebut.
Taka dikenal oleh sebagian besar kalangan Bonek sebagai pemain yang ngeyel dan ngosek. Pemain bertinggi 185 cm itu juga kerap kali membantu serangan saat tim sedang mengalami kebuntuan. Meski begitu, pemain asal Jepang tersebut memiliki kendala dalam beradaptasi di sepak bola Indonesia, karena ia hanya bisa berbahasa Jepang dan Inggris. Itu pun tidak terlalu lancar dalam berbicara bahasa Inggris. Sedangkan pemain Persebaya rata-rata malah tak bisa berbahasa Inggris.
Kehadiran pemain asal Brasil, Anderson da Silva menjadi berkah bagi Taka. Sebab, pemain yang juga berposisi sebagai bek tengah itu fasih dalam berbahasa Inggris dan Indonesia.
Dalam kesehariannya di Indonesia, Taka kebanyakan memakai Bahasa Inggris dengan Sengaporean Accent dan Bahasa Jepang. ’’Saya harus berbicara untuk membangun komunikasi dengan teman-teman. Sebagai pemain bertahan, komunikasi adalah hal yang vital,” kata Taka ketika itu.
Ia juga menambahkan, beberapa pemain mengerti Bahasa Inggris yang diucapkan oleh Taka, namun mereka kesulitan jika harus membalas apa yang dikatakan pemain asal Jepang tersebut. ’’Kalau pemain bertahan lain, seperti Sunaji dan Nugroho (Mardiyanto), mereka sebenarnya mengerti maksud saya,” terangnya.
Demi mempercepat proses adaptasi dan bisa diterima oleh komponen tim, Taka memiliki beberapa cara yang bisa dilakukannya. Salah satu cara yang digunakan Taka sebagai metode adaptasi adalah dengan aktif menyapa saat bertemu dengan rekan-rekannya. Tentu dalam percobaannya, beberapa kali ia melakukan kesalaham. Namun ia tak segan untuk membungkukkan badan, cara minta maaf yang khas dari Jepang.
Lebih jauh dari itu, Taka dikenal sebagai pribadi yang ramah dan rendah hati. Pernah suatu ketika ia membantu kitman untuk beberes atau sekadar membawakan bola yang akan digunakan untuk berlatih. Taka sendiri hanya bertahan satu musim di Persebaya Surabaya, sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun di akhir musim.
Apa Kabar Taka Sekarang?
Diketahui melalui akun Instagram pribadinya, @taka5taka5, ia kini memiliki kesibukan sebagai entrepreneur di negara asalnya, Jepang. Mayoritas unggahan Instagram-nya berisi tentang foto bersama kliennya di sebuah tempat. Pria yang kini berusia 42 tahun tersebut banyak mengunggah momen saat ia sedang berlibur.
Di salah satu unggahan pada 1 April 2016 atau 6 tahun setelah meninggalkan Surabaya, ia mengaku sedang merindukan mantan klubnya, Persebaya Surabaya dan Bonek. ’’Saya mencintai suporter (Bonek) dan selalu mengenangnya. Saya juga kagum bisa bermain di hadapan 5 juta pendukung,” tulis Taka dalam caption-nya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
