
Tim Media Deltras LEPASKAN TEMBAKAN: Penyerang Deltras Dwiki Mardiyanto dikawal ketat oleh kapten PSBS Biak Patrias Rumere di Stadion Cenderawasih kemarin.
JawaPos.com-Hal yang ditakutkan Deltras FC terjadi. Faktor nonteknis membuat The Lobster mendapat noda pertama Liga 2 musim ini. Mereka dikalahkan PSBS Biak 0-1 di Stadion Cenderawasih kemarin sore.
Gol semata wayang itulah yang menjadi masalah. Semua bermula pada menit ke-75. Kapten PSBS Patrison Rumere melakukan crossing ke pertahanan Deltras. Tapi, striker Richard Matui berada dalam posisi offside. Dia kemudian bersenggolan dengan bek Deltras Amabel Pratama.
Richard lalu terjatuh. Sang wasit, Kasman, langsung menunjuk titik putih. Eksekusi penalti Marten Raweyai itulah yang memastikan kemenangan tuan rumah.
Pelatih Deltras Ibnu Grahan dibuat muntap. Dia sejatinya sudah curiga dengan kepemimpinan wasit sejak awal laga. ”Tapi, di babak kedua wasit semakin menjadi-jadi,” kata Ibnu kepada Jawa Pos.
Dia tidak habis pikir atas keputusan wasit. Tapi, dia tidak bisa melakukan apa-apa.
”Kami kebobolan melalui penalti. Ya, dimaknai sendirilah penalti untuk tuan rumah itu seperti apa,” tegas pelatih asli Surabaya itu. Dia tidak mau melakukan protes. ”Ini jadi PR bagi LIB dan PSSI untuk berbenah,” tambahnya.
Padahal, dia menyatakan, anak asuhnya sudah tampil bagus. ”Secara peluang juga ada. Tapi, kami malah dikalahkan dengan cara seperti itu,” keluh Ibnu.
Bek Deltras FC Gilang Oktavana merasakan hal serupa. Dia mengaku sudah bekerja keras. ”Tapi, hasil tidak berpihak kepada kami. Kami tidak puas dengan kepemimpinan wasit,” terangnya.
Di sisi lain, pelatih PSBS Ega Raka Galih ogah berbicara banyak soal wasit. Dia meminta pihak Deltras untuk tidak terlalu sambat.
”Di laga pertama saat melawan Putra Delta Sidoarjo di Blitar, kami juga banyak dirugikan wasit. Tapi, saya tidak mau banyak berkomentar soal itu. Karena saya orang teknis. Jadi, tidak etis membahas soal wasit,” katanya.
Dia menganggap anak asuhnya sudah bermain bagus sehingga layak meraih kemenangan di kandang.
”Sebenarnya Deltras maupun PSBS sama-sama main bagus. Tapi, keberuntungan ada di pihak kami karena mampu mencetak gol,” ujar Ega.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
