
PEmain Gelora Delta (Sidiq/Jawa Pos)
JawaPos.com-Nama Gelora Dewata sudah tidak ada. Tapi, mantan pemain-pemainnya kembali berkumpul di Sidoarjo Minggu lalu.
--------
Wajah-wajah mereka tidak muda lagi. Bahkan, banyak yang sudah berusia kepala lima. Namun, saat beraksi di Stadion Jenggolo, Sidoarjo, Minggu siang lalu, skill bermain bola yang ditunjukkan di atas rata-rata.
Umpan pendek merapat disajikan dengan baik. Permainan yang membuat lawannya, PS Gowa, Sulawesi Selatan, kalah 2-3.
Ya, mereka adalah para pemain Gelora Dewata, Bali. Mereka adalah mantan skuad Laskar Puputan –julukan Gelora Dewata. ’’Saya mengumpulkan sebagai obat kangen. Saya pilih Sidoarjo karena mudah dijangkau teman-teman,’’ ujar Budi Ratmono, penggagas acara.
Oleh Budi, acara itu dinamai Reuni Gelora Dewata 89. Pesertanya adalah angkatan pertama hingga terakhir.
Angkatan pertama, antara lain, kiper Ali Musa dan terakhir Dwi Santo, mantan pemain PON 2000. ’’Sangat senang bisa berkumpul kembali. Meski ada yang belum pernah satu tim, kami tetap menganggap sama dan keluarga besar,’’ ujar Budi yang semasa membela Gelora Dewata bermain sebagai stoper.
Dia mengakui masih banyak pemain Gelora Dewata yang belum hadir. Dia berharap mereka bisa hadir jika ada kegiatan serupa.
Total ada 25 mantan pemain Gelora Dewata yang hadir. Jumlah itu, jelas Budi, masih kurang. ’’Semua yang datang ini jauh-jauh. Ada yang dari Lumajang, Mojokerto, Surabaya, bahkan Kediri,’’ ungkap Budi.
Salah satu mantan bintang Gelora Dewata, Misnadi Ambrizal Pribadi, mengaku bahagia dengan Reuni Gelora Dewata 89. Bagi dia, itu menjadi pengobat rindu bertemu rekan-rekannya di klub yang dimiliki orang Surabaya H.M. Mislan itu.
’’Lama banget nggak bertemu mereka. Terharu bisa dipertemukan dengan teman-teman ini,’’ ucap Misnadi yang dalam pertandingan kemarin mencetak dua gol. Satu gol lainnya dicetak Nur Kholiq.
Gelora Dewata merupakan klub yang didirikan Mislan dan ber-home base di Denpasar, Bali. Tahun 1989 dipakai karena tahun lahirnya.
Gelora Dewata pernah menjadi juara Piala Utama. Mereka pun mewakili Indonesia di ajang Piala Winners Asia 1992.
Sayang, langkahnya terhenti karena diskualifikasi. Penyebabnya administrasi salah satu pemain asingnya. Pelatih Persebaya Surabaya sekarang Aji Santoso sempat dipinjam untuk menghadapi Piala Winners Asia. Ketika itu, Aji membela Arema. Pada 2001, Gelora Dewata pindah ke Sidoarjo dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta. Akhirnya sekarang menjadi Deltras.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
