
Persebaya Surabaya menutup tahun 2023 dengan catatan tidak pernah menang dalam sembilang laga terakhirnya. (Official Persebaya)
JawaPos.com – Sebagai salah satu klub sepak bola tertua di Indonesia, Persatuan Sepak Bola Surabaya atau lebih dikenal sebagai Persebaya Surabaya, tidak hanya membanggakan sejarah panjangnya, tetapi juga melibatkan diri dalam gebrakan yang mengguncang Liga Indonesia.
Klub ini didirikan pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB), dan sejak itu, Persebaya telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam dunia sepak bola tanah air.
Kiprah Gemilang di Perserikatan
Persebaya Surabaya, bersama dengan PSMS Medan dan Persija Jakarta, memegang predikat klub jebolan era Perserikatan yang paling ditakuti. Era Perserikatan menjadi babak yang penuh tantangan, dan rivalitas antar klub-klub tersebut memuncak dalam persaingan yang memukau.
Sejak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengesahkan Liga Indonesia pada tahun 1994, kompetisi antara klub-klub Perserikatan dan Galatama menciptakan dua wilayah persaingan, Wilayah Barat dan Wilayah Timur.
Perjalanan Berliku di Liga Indonesia
Perjalanan Persebaya Surabaya dalam Kompetisi Liga Indonesia bisa dianggap sebagai roller coaster. Faktor-faktor seperti pemain, manajemen pelatih, dan keputusan strategis telah mempengaruhi prestasi klub ini. Namun, dalam setiap pasang surutnya, Persebaya tetap menjadi klub yang penuh gairah dan dedikasi.
Pada musim 1997/1998, Persebaya berhasil mencapai puncak kejayaannya dengan menjadi juara Liga Indonesia. Pemain profesional yang membela klub ini menjadikan sepak bola sebagai mata pencaharian mereka. Sebuah perjanjian kontrak mengikat pemain dengan klub, dan posisi masing-masing pemain menentukan strategi permainan, mulai dari striker hingga penjaga gawang.
Gebrakan Pemain Asing dalam Liga Indonesia
Salah satu elemen yang mengubah permainan Persebaya Surabaya adalah kedatangan pemain asing. Gelombang pemain asing ini tidak hanya membawa pengalaman internasional, tetapi juga profesionalisme tinggi. Pemain asing menjadi teladan bagi pemain lokal, memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitas dan sportivitas permainan.
Meskipun masyarakat dan manajemen klub cenderung percaya bahwa pemain asing dapat meningkatkan performa klub, kenyataannya tidak semua pemain asing berhasil sesuai harapan. Beberapa di antaranya bahkan dianggap sebagai beban bagi klub, terutama dalam hal pembayaran gaji yang tinggi.
Liga Indonesia: Melibatkan Dua Tradisi, Membangun Kualitas
Liga Indonesia, yang pertama kali diselenggarakan pada 27 November 1994, membawa perubahan signifikan dalam dunia sepak bola Indonesia. Persatuan klub-klub dari Perserikatan dan Galatama menciptakan persaingan yang semakin memanas.
Pengizinan pemain asing oleh PSSI menjadi langkah kontroversial yang membuat Liga Indonesia semakin profesional dan kompetitif. Meski membawa manfaat bagi beberapa klub, langkah ini juga menjadi tantangan bagi klub-klub dengan keterbatasan finansial.
Pemain Asing: Bukan Hanya Kekuatan Dominan

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
