
Bonek saat memberikan dukungan kepada para pemain Persebaya di Lapangan Thor Surabaya, Rabu (6/12). (persebaya.id)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya, sebagai salah satu klub besar di Indonesia, telah menjadi sorotan publik tidak hanya karena performa di lapangan, tetapi juga kebijakan mereka terkait latihan tertutup dan hubungan dengan suporter.
Kebijakan ini menciptakan dinamika unik yang memerlukan pemahaman kritis untuk menggali lebih dalam tentang implikasinya.
Latihan Tertutup: Antara Strategi dan Kehilangan Keterbukaan
Penerapan latihan tertutup oleh Persebaya Surabaya dapat dilihat sebagai strategi untuk menjaga kerahasiaan taktikal jelang menghadapi Persikabo 1973, Minggu (17/12).
Dalam perspektif manajerial, hal ini bisa dianggap sebagai langkah yang wajar untuk menghadapi persaingan ketat di kancah sepak bola profesional.
Namun, dari sudut pandang kritis, kebijakan ini mungkin juga menciptakan jurang antara tim dan suporter.
Keterbukaan dan interaksi langsung dengan suporter telah menjadi salah satu elemen penting dalam budaya sepak bola Indonesia.
Ketiadaan akses suporter ke sesi latihan bisa diartikan sebagai tindakan yang merugikan bagi hubungan tim dengan basis penggemarnya.
Hal ini dapat memicu pertanyaan tentang sejauh mana sebuah klub dapat "menjual" kemenangan dan prestasi, tanpa kehilangan keterlibatan emosional suporter.
Ketidakhadiran Pamitan Sebagai Tanda Tidak Hormat?
Keputusan Persebaya Surabaya untuk tidak berpamitan kepada suporter sebelum berangkat ke laga tandang menghadapi Persikabo 1973 di Stadion Wibawa Mukti juga menjadi sorotan publik.
Meskipun alasan di balik keputusan ini mungkin didorong oleh pertimbangan keamanan atau strategis, namun dari perspektif kritis, hal ini dapat diartikan sebagai tanda ketidakhormatan terhadap suporter yang telah mendukung tim dengan penuh semangat.
Suporter tidak hanya melihat tim sebagai sekumpulan pemain, tetapi juga sebagai representasi dari identitas dan kebanggaan lokal mereka.
Tidak berpamitan seolah-olah mengabaikan peran penting suporter dalam membentuk atmosfer positif di sekitar tim.
Oleh karena itu, penting bagi manajemen Persebaya Surabaya untuk menjelaskan alasan di balik kebijakan ini agar suporter dapat lebih memahami.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
