Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Desember 2023 | 00.53 WIB

Bonek Minta Bukti usai Manajer Persebaya Yahya Alkatiri Dinonaktifkan, Pihak Manajemen: Ditunggu Saja

Bonek merindukan Persebaya untuk meraih kemenangan. (persebaya.id) - Image

Bonek merindukan Persebaya untuk meraih kemenangan. (persebaya.id)

JawaPos.com - Persebaya kembali memperpanjang puasa kemenangan setelah bermain imbang saat menjamu Persis Solo pada lanjutan Liga 1 2023/2024, Rabu (13/12) malam.

Hasil imbang tersebut membuat Persebaya belum merasakan kemenangan selama delapan kali pertandingan setelah Sabtu (9/12) lalu juga ditahan imbang Persija Jakarta 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Rentetan puasa kemenangan ini membuat Bonek kembali meluapkan kekecewaannya kepada manajemen.  

Mereka melakukan aksi dengan menunggu manajemen di pintu keluar bus pemain setelah laga melawan Persis. Sebelumnya, Bonek juga sempat meluapkan kekecewaan terhadap penampilan Persebaya dengan menyalakan flare di akhir pertandingan.

Setelah menunggu, terlihat Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, muncul menemui Bonek. Namun kali ini Candra tidak lagi didampingi manajer Yahya Alkatiri.

"Hari ini tidak ada manajer Yahya Alkatiri di bench, dan kami manajemen memastikan sampai berakhir musim ini (tidak ada). Artinya beliau (Yahya, Red) tidak ada lagi di Persebaya," tegas Candra saat menemui Bonek, Rabu (13/12) malam seperti dikutip dari Radar Surabaya.

Mendengar ucapan Candra ini, Bonek meminta bukti konkret atas mundurnya Yahya sebagai manajer Persebaya.

"Apa yang jadi tuntutan manajer mundur sudah dipenuhi mulai hari ini (13/12) tapi untuk bukti ditunggu saja," tegas Candra.

Aksi Bonek ini bukan pertama kali. Sebelumnya di kantor Persebaya di Sutos, mereka juga menuntut perbaikan total Persebaya dengan mengembalikan marwah Green Force.

Jika Persebaya gagal menang dan merebut minimal 7 poin pada putaran kedua, maka manajer Yahya Alkatiri harus mundur.

Kini, Bonek kembali menyuarakan tuntutan agar Yahya mundur karena prestasi Persebaya kurang moncer. Usai ditahan imbang 1-1 Persija Jakarta, persebaya kembali hanya main imbang 1-1 lawan Persis Solo.

"Terkait tuntutan semua, kami (manajemen, Red) ingin hasil buruk ini berakhir. Dan perlu diketahui bersama, untuk perbaikan tim dengan penambahan pemain sudah tidak bisa dilakukan," ujar Candra.

Ia memberikan garansi kepada Bonek jika di akhir musim Persebaya terus mengalami rentetan hasil buruk, maka ia memerintahkan Bonek untuk menghukum Persebaya.

"Masih ada sisa 13 pertandingan. Jika nanti sampai di akhir musim tidak ada hasil maksimal dan tidak sesuai harapan, silahkan hukum Persebaya, omongan saya silahkan pegang," tegasnya.

Dalam delapan laga terakhir, Persebaya tercatat sudah delapan kali tidak pernah menang. Bahkan musim ini menjadi rekor terburuk sejak 2017.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore