Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 November 2021 | 21.18 WIB

Zha Eka Wulandari: Saya Punya Mata-Mata

Zha Eka Wulandari (Zha Eka Wulandari for Jawa Pos) - Image

Zha Eka Wulandari (Zha Eka Wulandari for Jawa Pos)

JawaPos.com - Pembayaran gaji para pemain di klubnya diakui telat setengah bulan untuk bulan ini. Tapi, pengelola Gresik Putra Paranane FA Zha Eka Wulandari menolak iming-iming suap dan memilih menjadi whistleblower kasus pengaturan skor.

Apakah benar ada yang menawari Anda uang Rp 20 juta agar Gresik Putra Paranane FA mengalah ketika melawan Persema Malang?

Bukan ke saya, ke pemain saya. Malamnya mereka pergi ke tempat kopian. Di sana mereka ketemu yang menawari.

Kata pihak yang menawari uang tadi, Anda pernah minta tolong agar dibantu mengecek apakah benar ada pemain Gresik Putra Paranane FA yang mengatur skor.

Kalau memang dia ngomong begitu, silakan dibuktikan. Saya punya buktinya. Artinya, apa yang ada di media saat ini, itu yang sebenarnya.

Kalau boleh tahu, berapa gaji pemain Gresik Putra Paranane FA hingga mudah sekali diajak ketemu pengatur skor?

Ada yang Rp 800 ribu, ada yang Rp 2,5 juta per bulan. Paling rendah dan tinggi itu. Yang senior paling tinggi Rp 2,5 juta. Dapat mes dan makan tiga kali sehari.

Ada indikasi bahwa dua mantan pemain Gresik Putra Paranane FA melakukan pengaturan skor karena belum gajian di November ini. Apa benar?

Iya, bulan ini telat. Sebelum pertandingan terakhir (melawan Persema), paginya sudah saya WA ke grup pemain, ”Tolong tulis nama lengkap dan nomor rekening.” Saya ada buktinya. Rencananya setelah pertandingan melawan Persema itu semua gaji kami transfer. Memang kami akui gaji pemain telat setengah bulan.

Anda kesulitan membayar gaji pemain bulan ini. Kenapa Anda berani menolak tawaran suap dan memilih menjadi whistleblower untuk pengaturan skor di Liga 3 zona Jawa Timur?

Begini, tim ini adalah amanah. Amanah dari Pak (Ketua DPD) La Nyalla Mattalitti. Gresik Putra ini dulu milik Pak La Nyalla, lalu dipindah ke Malang, saya diminta beliau jadi pengelola. Jadi, ketika ditawari Rp 20 juta atau Rp 100 juta pun, saya akan tolak.

Bagaimana caranya Anda akhirnya punya bukti-bukti foto pertemuan pemain Anda dengan pihak pengatur skor?

Saya punya mata-mata. Orang yang saya percaya di tim. Anak-anak, kecil-kecil. Informasi apa pun saya dapat dari dia. Anak baru, polos, dan dia mau ikut kami karena ingin berprestasi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore