Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 September 2021 | 19.11 WIB

Ditendang Brutal Syaiful, Nadhiif: Sakit Banget, Kepala Sakit Banget

syaiful indra cahya, M. Nadhiif, (dok PSG Pati) - Image

syaiful indra cahya, M. Nadhiif, (dok PSG Pati)

JawaPos.com-Musim ini adalah tahun pertama M. Nadhiif masuk sebagai pemain profesional. Bersama Persiraja Banda Aceh, pemain asal Bandung itu berharap kariernya lancar. Bisa jadi pemain hebat dan dipanggil timnas Indonesia, seperti halnya rekan seangkatan di Persib U-15 Beckham Putra.

Ketika belum menjalani debut, Nadhiif sudah mendapat trauma luar biasa di sepak bola profesional. Dia ’’dihadiahi’’ tendangan brutal di wajahnya oleh pemain senior Syaiful Indra Cahya ketika timnya beruji coba melawan PSG Pati (6/9).

’’Saya nyangkanya dipukul. Dia (Syaiful) sleeding lalu mukul aku. Tapi, setelah di bus perjalanan pulang, dilihatkan video sama teman-teman. Ternyata kakinya ngangkat ke wajah saya,’’ terangnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (7/9).

Nadhiif mengaku masih ingat betul bagaimana wajahnya terbentur. Dia juga ingat ketika kepalanya jatuh ke tanah lebih dulu pada pertandingan Senin lalu. ’’Itu mikirnya muka saya kenapa-kenapa. Sakit banget, kepala sakit banget,’’ ungkapnya.

Beruntung, setelah mendapat perawatan, Nadhiif bisa bangun. Tapi, kepalanya masih terasa sakit. ’’Bangun tidur ini tadi (kemarin) pusing. Tapi sudah mendingan. Tidak seperti setelah ditendang,’’ jelasnya.

Pemain yang masih berusia 20 tahun itu mengungkapkan, dirinya sudah melakukan CT scan bersama tim medis Persiraja. Syukurnya, tidak ada masalah serius di kepalanya setelah mendapat tendangan kungfu dari Syaiful.

’’Gigi juga tidak ada yang patah, alhamdulillah. Hanya saja, kalau ngunyah masih sakit, rahang bagian kiri bawah sakit,’’ paparnya.

Nadhiif mengaku diminta istirahat dulu beberapa hari ke depan. Dia tidak boleh melakukan aktivitas berat. Termasuk latihan bersama Laskar Rencong.

’’Ini sambil diobservasi. Dilihat apa masih pusing dan mual-mual. Oleh dokter diberi waktu tiga hari untuk istirahat,’’ ungkapnya.

Pemain yang musim lalu berkostum PSS Sleman U-20 itu menuturkan, aksi brutal tersebut dijadikannya pelajaran. Dia tidak ingin ke depannya mendapat perlakuan serupa di sepak bola profesional.

Ada perasaan trauma. Dia takut kembali mendapatkan aksi brutal di lapangan. ’’Pelajaran juga untuk saya. Lebih hati-hati lagi kalau misal ada pemain-pemain yang bisa mencederai,’’ ungkapnya.

’’Senior-senior juga bilang agar saya bisa proteksi diri sendiri. Semoga ke depannya tidak ada kejadian seperti ini lagi,’’ sambungnya.

Soal perlakuan Syaiful, dia mengaku sudah memaafkan. Dia menyadari mantan pemain Persija dan Arema FC itu tidak sengaja melakukannya. ’’Ya, sudah memaafkan. Tapi, jangan sampai ada lagi yang seperti ini,’’ ujarnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore