Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 September 2023 | 18.48 WIB

Muhammad Rayhan Hannan Nikmati Debut di Timnas U-23, Tak Berminat Mengikuti Jejak Ayah sebagai Bek Kiri

Pesepak bola Timnas Indonesia U-23 Rayhan Hannan. - Image

Pesepak bola Timnas Indonesia U-23 Rayhan Hannan.

JawaPos.com - Harry Salisbury sudah gantung sepatu. Tapi, mantan bek Persija Jakarta itu memiliki penerus. Dia adalah Muhammad Rayhan Hannan yang tak lain adalah anak kandungnya.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peribahasa itu rasanya tepat ditujukan kepada Harry Salisbury dan putranya, Muhammad Rayhan Hannan. Dalam mengolah si kulit bundar, keduanya sama-sama memiliki skill mumpuni. Lincah, gesit, dan pandai membaca permainan. 

Harry dan Rayhan juga punya akurasi umpan yang baik. Bedanya, kekuatan Harry ada pada kaki kiri. Sementara itu, Rayhan lebih dominan pada kaki kanan.

Posisi bermain keduanya juga berbeda. Saat masih aktif bermain, Harry berposisi sebagai bek kiri. Sebaliknya, Rayhan biasa bermain sebagai gelandang serang.

’’Tidak ada alasan tertentu kenapa posisi bermain saya berbeda dengan ayah. Pengin yang berbeda aja. Saya lebih suka bermain di tengah,’’ tutur Rayhan di Stadion Sriwedari, Solo, kemarin.

Rayhan adalah salah satu pemain jebolan Persija Academy. Sebelum menembus skuad utama tim Macan Kemayoran, Rayhan pernah menimba ilmu di Australia. Rayhan berlatih dan bertanding bersama Brisbane Roar di pentas National Premier League selama dua bulan.

Setelah menimba ilmu di Negeri Kanguru, kemampuan Rayhan semakin meningkat. Kini, Rayhan diyakini memiliki karier cemerlang dalam sepak bola. Bahkan, kariernya diprediksi bisa jauh melampaui capaian sang ayah.

Tanda-tandanya terlihat dalam pertandingan tim nasional U-23 Indonesia melawan Taiwan. Rayhan yang baru kali pertama dipanggil Shin Tae-yong (STY) mendapat kesempatan debut dalam laga kontra Taiwan.

Dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/9) lalu, Rayhan mengisi lini tengah timnas mulai menit ke-65 sampai peluit panjang ditiup.

Rayhan mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kesempatan itu. Yang paling utama adalah perbedaan peran di lapangan. Di Persija Jakarta, Rayhan biasanya bermain di belakang penyerang utama dalam formasi 3-4-2-1.

Tapi, dalam laga melawan Taiwan, Rayhan bermain sebagai central midfielder dalam formasi 4-4-2. ’’Taktik STY berbeda dengan Thomas Doll. Biasanya saya agak menyerang. Sekarang jadi di tengah. Saya semakin banyak mendapatkan pelajaran,’’ terang pesepak bola 19 tahun tersebut.

Karier Rayhan di timnas U-23 juga mendapatkan perhatian sang ayah. Rayhan mengungkapkan, sang ayah masih terus memberikan saran. ’’Kata ayah, jangan pernah takut salah. Harus terus belajar. Semuanya perlu proses,’’ tegasnya.

Saran sang ayah membuat Rayhan menjadi lebih termotivasi. Dia semakin bersemangat menatap pertandingan pemungkas grup K melawan Turkmenistan. Pertandingan itu akan dimainkan besok malam di Stadion Manahan.

Pertandingan tersebut akan menentukan langkah Indonesia. Jika menang, Indonesia akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024 Qatar sebagai juara grup. Tapi, jika kalah, Indonesia harus berharap bisa menjadi satu di antara empat runner-up terbaik.

Tapi, Rayhan mau Indonesia tidak kalah. Apalagi, Indonesia bermain di rumah sendiri. ’’Saya ingin Indonesia bisa menang banyak atas Turkmenistan,’’ tegasnya. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore