
David Faristian (dua dari kiri), kapten Persegres Gresik United melakukan selebrasi setalah berhasil mencetak gol ke gawang Persiba Balikpapan saat pertandingan Liga 2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, kemarin (4/10).FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com – Kesabaran mantan pemain Gresik United benar-benar diuji. Bagaimana tidak. Hingga kini, belum ada kepastian kapan gaji mereka bakal dicairkan.
Padahal, tunggakan itu sudah lama. Tepatnya sejak musim 2017. Saat itu klub tersebut masih bernama Persegres Gresik United dan bermain di Liga 1. Total gaji yang belum dibayarkan adalah Rp 458 juta. Itu merupakan total gaji dari 22 pemain.
Sejatinya kasus tersebut sudah naik ke meja hijau. Bahkan, sidang gugatan tersebut sudah tuntas pada 16 Oktober tahun lalu. Pengadilan Negeri Gresik memutuskan PT Persegres Joko Samudro (PJS) harus melunasi tunggakan gaji. Namun, hingga kini belum ada yang menerima bayaran. Artinya, sudah hampir tujuh bulan eks pemain Gresik United tidak memperoleh kejelasan. Kondisi itu membuat David Faristian pasrah. ’’Saya sudah nggak tahu harus menuntut gaji ke siapa lagi?’’ katanya kepada Jawa Pos.
David adalah eks Persegres yang bermain musim 2017. Dia termasuk yang paling getol memperjuangkan haknya. Buktinya, selama enam kali sidang pemain asli Gresik itu tidak pernah absen. Jika menilik keputusan pengadilan, pembayaran memang harus dilakukan PJS. Masalahnya, hingga kini tidak ada niat baik dari PJS. Bahkan, dalam enam kali sidang, perwakilan PJS tidak pernah hadir.
Karena itu, David dkk pun tidak tahu mereka harus menemui siapa untuk menagih tunggakan gaji tersebut. Persoalan semakin rumit lantaran Gresik United sudah beralih kepemilikan. Dari PJS kini diserahkan kepada PT Gresik Usaha Sejahtera (GUS). Proses peralihan itu resmi dilakukan pada 10 Februari lalu. Masalahnya, peralihan pengelolaan itu tidak lantas membuat masalah tunggakan gaji beres.
Jawa Pos sempat menanyakan kepastian gaji kepada GUS. Namun, mereka memastikan tunggakan gaji itu bukan tanggung jawab GUS. ’’Itu (tunggakan gaji) tetap jadi tanggungan manajemen lama,’’ kata Komisaris PT GUS Fandi Ahmad Yani. Manajemen lama yang dimaksud adalah PJS.
Pria yang akrab disapa Gus Yani itu menjelaskan, GUS adalah perusahaan baru. Artinya, segala pengelolaan yang ada dalam tubuh Gresik United juga baru. Dengan begitu, mereka tidak tahu-menahu soal tunggakan gaji tersebut. ’’Kami ini kan membentuk PT baru. Tidak melanjutkan PT yang lama. Jadi itu (gaji) ya jadi urusan manajemen lama,’’ tegas pria yang juga ketua DPRD Kabupaten Gresik itu.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
