Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2020 | 18.30 WIB

Tunggakan Gaji Tak Kunjung Dilunasi, Eks Pemain Gresik United Pasrah

David Faristian (dua dari kiri), kapten Persegres Gresik United melakukan selebrasi setalah berhasil mencetak gol ke gawang Persiba Balikpapan saat pertandingan Liga 2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, kemarin (4/10).FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos - Image

David Faristian (dua dari kiri), kapten Persegres Gresik United melakukan selebrasi setalah berhasil mencetak gol ke gawang Persiba Balikpapan saat pertandingan Liga 2 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, kemarin (4/10).FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

JawaPos.com – Kesabaran mantan pemain Gresik United benar-benar diuji. Bagaimana tidak. Hingga kini, belum ada kepastian kapan gaji mereka bakal dicairkan.

Padahal, tunggakan itu sudah lama. Tepatnya sejak musim 2017. Saat itu klub tersebut masih bernama Persegres Gresik United dan bermain di Liga 1. Total gaji yang belum dibayarkan adalah Rp 458 juta. Itu merupakan total gaji dari 22 pemain.

Sejatinya kasus tersebut sudah naik ke meja hijau. Bahkan, sidang gugatan tersebut sudah tuntas pada 16 Oktober tahun lalu. Pengadilan Negeri Gresik memutuskan PT Persegres Joko Samudro (PJS) harus melunasi tunggakan gaji. Namun, hingga kini belum ada yang menerima bayaran. Artinya, sudah hampir tujuh bulan eks pemain Gresik United tidak memperoleh kejelasan. Kondisi itu membuat David Faristian pasrah. ’’Saya sudah nggak tahu harus menuntut gaji ke siapa lagi?’’ katanya kepada Jawa Pos.

David adalah eks Persegres yang bermain musim 2017. Dia termasuk yang paling getol memperjuangkan haknya. Buktinya, selama enam kali sidang pemain asli Gresik itu tidak pernah absen. Jika menilik keputusan pengadilan, pembayaran memang harus dilakukan PJS. Masalahnya, hingga kini tidak ada niat baik dari PJS. Bahkan, dalam enam kali sidang, perwakilan PJS tidak pernah hadir.

Karena itu, David dkk pun tidak tahu mereka harus menemui siapa untuk menagih tunggakan gaji tersebut. Persoalan semakin rumit lantaran Gresik United sudah beralih kepemilikan. Dari PJS kini diserahkan kepada PT Gresik Usaha Sejahtera (GUS). Proses peralihan itu resmi dilakukan pada 10 Februari lalu. Masalahnya, peralihan pengelolaan itu tidak lantas membuat masalah tunggakan gaji beres.

Jawa Pos sempat menanyakan kepastian gaji kepada GUS. Namun, mereka memastikan tunggakan gaji itu bukan tanggung jawab GUS. ’’Itu (tunggakan gaji) tetap jadi tanggungan manajemen lama,’’ kata Komisaris PT GUS Fandi Ahmad Yani. Manajemen lama yang dimaksud adalah PJS.

Pria yang akrab disapa Gus Yani itu menjelaskan, GUS adalah perusahaan baru. Artinya, segala pengelolaan yang ada dalam tubuh Gresik United juga baru. Dengan begitu, mereka tidak tahu-menahu soal tunggakan gaji tersebut. ’’Kami ini kan membentuk PT baru. Tidak melanjutkan PT yang lama. Jadi itu (gaji) ya jadi urusan manajemen lama,’’ tegas pria yang juga ketua DPRD Kabupaten Gresik itu.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore