
APA ADANYA: Suasana Stadion Marora, Serui saat menggelar laga Perseru Serui kontra Semen Padang.
Kecuali Persipura yang datang, susah sekali menjual tiket laga di Stadion Marora. Bahkan kadang sampai digratiskan. Tapi, di stadion itulah ”Anak Matahari Sisa” menyemai mimpi menjadi pesepak bola.
FARID S. MAULANA, Serui
SETENGAH jam lagi laga dihelat. Tapi, loket tiket masih sangat sepi. Tak ada pula keramaian ”pasar” dadakan seperti umumnya stadion sepak bola.
Yang ada di depan Stadion Marora hanya penjual buah pinang dan daun sirih. Yang malah tidak tahu siapa lawan tanding Perseru pada Senin sore pekan lalu itu (17/7). ”Ya, beginilah Serui,” kata Media Officer Perseru Thamrin Sinambela.
Padahal, pada Senin sore lalu itu yang akan dihelat adalah laga Liga 1, kasta teratas sepak bola Indonesia. Perseru menjamu lawan yang datang dari jauh sekali, melewati perjalanan lebih dari 19 jam untuk bisa sampai ke Serui: Semen Padang.
Tapi, jangankan berbondong-bondong, tribun barat, selatan, dan utara cuma terisi separo. Tribun VIP? Apalagi! Lebih banyak ditempati panitia pertandingan dan petugas keamanan.
Saking sepinya stadion, beberapa penonton yang datang bisa memarkir sepeda motor ke dalam stadion. Sebagian lagi memilih memanjat pohon yang lebih tinggi daripada tembok pembatas stadion setinggi 2,5 meter.
Di pinggir lapangan, selain Jawa Pos, hanya ada dua fotografer. Satu dari perwakilan dinas komunikasi dan informatika setempat. Satunya lagi fotografer lepas.
Saat konferensi pers pun, hanya Jawa Pos yang bisa dikatakan resmi meliput dan bakal memberitakan pertandingan tersebut. Yang lain adalah media officer Perseru, match commissioner dari PSSI, dan perwakilan kedua tim yang bertanding. ’’Tipis sekali, sepi. Tidak repot jawab pertanyaan,’’ ucap Pelatih Semen Padang Nilmaizar setelah jumpa pers sehari sebelum pertandingan.
Stadion Marora yang berkapasitas 10 ribu penonton itu bisa dibilang kandang tim Liga 1 paling bersahaja dan penuh ”anomali”. Jika stadion lain punya tim media atau tim marketing khusus, Marora memasarkan dirinya dengan hanya mengandalkan mobil lawas. Di atasnya dipasangi speaker aktif, lantas berkeliling Serui memberi tahu tentang pertandingan. Seperti umumnya yang dilakukan banyak bioskop di kota-kota kecil di Jawa pada era 1980-an.
Tak sekali pun pula pertandingan di stadion yang dulu bernama Sam Ratulangi itu bisa ditonton dengan nyaman di layar kaca. Dalam sejarah sepak bola Indonesia, Perseru adalah satu-satunya tim di kasta teratas yang partai kandangnya tidak pernah disiarkan secara langsung di televisi. ”Kami masih mengandalkan radio untuk menyiarkan pertandingan. Itu saja,” ungkap Theo Ambiri, announcer Stadion Marora sejak 1990.
Marora diambil dari nama gunung yang terletak di sebelah barat stadion. Menurut penduduk setempat, ada beberapa makna dari Marora. Di antaranya konde rambut. Tapi, ada pula yang menyebut makna Marora adalah tempat tertinggi dan terhormat.
Serui merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Yapen. Jumlah penduduknya cuma sekitar 24 ribu.
Untuk menjangkaunya, lawan-lawan Perseru dari luar Papua harus transit minimal dua kali. Di Makassar dan Biak. Dari Biak ke Serui, ada dua alternatif, lewat udara dan laut. Kebanyakan tim memilih opsi jalur udara. Apalagi setelah rombongan Sriwijaya FC sempat terdampar berjam-jam saat balik dari Serui di Indonesia Soccer Championship 2016.
Dengan ”keterisolasian” seperti itu plus demikian merakyatnya sepak bola di Papua, semestinya pertandingan liga, apalagi di divisi teratas, menjadi hiburan yang ditunggu. Tapi, dalam realitasnya tidak demikian.
Sejak Cenderawasih Jingga –julukan Perseru– promosi ke divisi teratas pada 2014, Marora hanya benar-benar hidup saat tim Papua lainnya, Persipura Jayapura, bertandang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
