Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Januari 2017 | 01.44 WIB

Edu Memilih Meninggalkan GU

PERGI: Eduard Tjong (tengah) memutuskan tidak melanjutkan kerjasamanya dengan Gresik United. - Image

PERGI: Eduard Tjong (tengah) memutuskan tidak melanjutkan kerjasamanya dengan Gresik United.

JawaPos.com- Gresik United (GU) sebetulnya masih ingin mempertahankan Eduard Tjong. Bahkan, manajemen memberikan keleluasaan buat Edu, sapaan akrab Eduard Tjong, untuk memilih pemain dan asisten yang dia kehendaki. Namun, Edu tetap memilih hengkang.



”Saya berterima kasih kepada manajemen maupun Ultrasmania yang selalu mendukung saya,” kata Edu. ”Namun, mohon maaf, untuk saat ini, saya belum bisa melanjutkan kerja sama,” imbuhnya.



Edu pun membeberkan dua alasan yang membuatnya menolak melanjutkan kerja sama. Pertama, dia tidak memiliki pemain berkualitas untuk membangun sebuah tim. Alasan itu dia jelaskan dalam laporan pertanggungjawaban (LPj) yang diserahkan kepada manajemen.



Menurut dia, dari 26 amunisi GU di ISC 2016, hanya beberapa yang layak dipertahankan. Mereka adalah Satria Tama (kiper), Ghozali Siregar (winger), Sidik Saimima (gelandang bertahan), dan Arsyad Yusgiantoro (striker). Lalu, ada tiga pilar asing seperti Sasa Zecevic (bek tengah), Oh In-kyun (gelandang serang), dan bomber Patrick da Silva. Artinya, GU masih membutuhkan minimal 16 pemain lagi untuk melengkapi skuad musim depan.



”Di sinilah masalahnya. Sebab, mayoritas pemain bidikan saya sudah diikat klub masing-masing,” keluh pelatih asal Solo tersebut.



Edu menuturkan sempat menginginkan pemain Persija Jakarta Sutanto Tan, bek Persib Bandung Jajang Sukmara, dan pemain PON Jawa Barat Sugiarto. Namun, karena mereka sudah berkomitmen dengan klub masing-masing, Edu pun menyerah. ”Sebab, saya tidak ingin gambling,” ucapnya.



Kenapa tidak menggelar seleksi? Menurut Edu, seleksi hanya bisa dilakukan ketika mereka membutuhkan setidaknya 5–6 pemain tambahan. ”Namun, ini kasusnya berbeda,” tuturnya. ”Sebab, kami harus mencari keseluruhan tim,” lanjut eks pelatih timnas U-19 tersebut.



Alasan kedua, dia merasa gagal mengangkat performa tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu. Ketika dia datang, GU masih berada di urutan ke-14. Namun, di akhir kompetisi, GU berada di peringkat ke-17 atau satu setrip di atas tim juru kunci PS TNI.



”Di tangan saya, tim bukannya membaik, malah menurun,” ungkap Edu. ”Karena itu, sebagai pelatih, saya harus bertanggung jawab. Bagaimanapun, ini juga membawa reputasi sekaligus nama baik saya,” tambahnya.



Meski memutuskan hengkang, Edu tetap menghormati sisa kontraknya yang bakal habis bulan ini. Salah satunya, dengan belum mengiyakan kerja sama dengan klub-klub lain. Pria yang pernah membesut Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat, dan Persiba Balikpapan tersebut mengaku belum melakukan kontak dengan tim mana pun. ”Kalau sudah saatnya, pasti saya beritahu,” ujarnya, lalu tertawa. (apu/c20/bas)

Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore