Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 September 2017 | 19.34 WIB

Satria Tama, Si Kurus yang Tekun dan Pekerja Keras

Satria Tama memang berpostur kurus, tapi dia pekerja keras - Image

Satria Tama memang berpostur kurus, tapi dia pekerja keras

JawaPos.com - M. Hadi masih ingat bagaimana rupa Satria Tama ketika pertama kali masuk Akademi Wahana Cipta Pesepak bola (WCP) enam tahun lalu. Satria masih sangat kurus. Otot-ototnya masih belum terbentuk. Namun dari badan kurusnya itu, Satria menyimpan potensi menjadi penjaga gawang andalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di masa depan.


M. Hadi merupakan salah satu pelatih yang menangani, mengorbitkan, dan memberikan kepercayaan penuh pada Satria Tama. Warga Gresik ini merupakan pelatih yang menangani Satria Tama sejak usia 14 tahun. M. Hadi pula yang memberikan debut kompetisi untuk penjaga gawang 20 tahun di tim Gresik United.


"Waktu pertama kali datang ke WCP dia sangat kurus. Tapi saya melihat anak ini punya bakat yang tinggi. Dia punya jangkauan bagus. Dia punya lompatan yang bagus. Badannya juga ringan. Saya perbaikinya dengan teknik yang bagus pula," ucap M. Hadi kepada JawaPos.com.


Satria masih duduk di bangku SMP ketika bergabung dengan Akademi WCP. Ia hijrah dari salah satu klub internal anggota Persebaya, Indonesia Muda. Di akademi milik Widodo Cahyono Putro itulah Satria Tama berkenalan dengan M. Hadi. Mantan penjaga gawang Petrokimia Putra Gresik inilah yang memoles Satria hingga awal kariernya di Gresik United.


"Dia sudah saya tangani sejak usia 14 tahun. Sejak gabung Akademi WCP hingga Gresik United. Pada awalnya otot-ototnya memang belum terbentuk. Jadi kelihatan lemas. Tapi dengan berjalannya waktu dia akhirnya bisa seperti sekarang. Secara teknis dia sudah ada progres. Dia juga sudah berpengalaman," aku Hadi.


Pelatih kiper di Persebaya Surabaya ini menyebut Satria Tama punya modal untuk menjadi kiper berkualitas. Selain dibekali teknik dasar yang bagus, Satria juga punya attitude yang bagus pula. Bukan hanya itu, Satria Tama juga memiliki tekad dan semangat yang lebih besar daripada pemain lain seusianya.


"Meski rumahnya di Sidoarjo dan harus berlatih di Gresik, dia punya kemauan tinggi untuk tetap berlatih. Dia juga tekun dan pekerja keras. Saat itu kami juga punya banyak kiper muda. Tapi yang jadi memang Satria. Yang lain 'mrotoli'. Ada juga kiper angkatannya yang saat ini bermain di Timor Leste," cerita M. Hadi.


Kini M. Hadi bisa tersenyum puas melihat progres salah satu anak didiknya. Satria Tama tampil sangat bagus selama memperkuat Timnas di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Satu medali perak dari SEA Games berhasil dibawa pulang ke Tanah Air. Bahkan, Satria tama juga dipanggil untuk memperkuat Timnas senior menggantikan Kurnia Meiga.


"Alhamdulillah apa yang saya berikan selama ini dipakai olehnya. Seperti ketika dia berhadapan satu lawan satu lawan satu dengan lawan. Dia buka kaki untuk menghalau bola. Itu teknik yang sudah diajarkan sejak di Akademi WCP," tutup M. Hadi.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore