
Kapten Tottenham Hotspur Cristian Romero menangis saat tinggalkan lapangan. (@brfootball/X)
JawaPos.com–Kapten Tottenham Hotspur Cristian Romero terlihat meninggalkan lapangan sambil menangis saat menelan kekalahan 0-1 dari Sunderland pada Minggu (12/4) di Stadium of Light. Momen itu menuai kritik dari mantan kiper timnas Inggris Ben Foster yang menilai sikap sang pemain dapat berpengaruh buruk terhadap tim.
Romero mengalami cedera di pertengahan babak kedua setelah bertabrakan dengan rekan setimnya kiper Antonin Kinsky. Bek asal Argentina itu terlihat kesakitan dan harus ditarik keluar lapangan dengan dugaan cedera lutut. Romero dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan melalui MRI untuk memastikan kondisi cederanya.
Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi Tottenham Hotspur. Selain gagal meraih poin, hasil itu membuat Spurs terjerembab ke zona degradasi dengan hanya enam pertandingan tersisa musim ini. Situasi semakin buruk setelah West Ham United mencatat kemenangan besar 4-0 atas Wolverhampton Wanderers (Wolves) yang membuat The Hammers unggul dua poin dari Tottenham Hotspur.
Pelatih anyar Spurs Roberto De Zerbi saat ini pun menghadapi tantangan besar. Baru ditunjuk menggantikan Igor Tudor pekan lalu, De Zerbi harus segera membenahi performa tim yang tengah terpuruk. Pelatih berusia 46 tahun itu juga dibayangi kemungkinan kehilangan Romero hingga akhir musim yang dinilai menjadi kerugian besar bagi lini pertahanan Tottenham.
Di tengah situasi sulit itu, Ben Foster mempertanyakan reaksi emosional Romero di lapangan. Dalam program Match of the Day yang dilansir dari Daily Mail, Foster menyebut bahwa sebagai salah satu pemain berpengaruh, Romero seharusnya bisa memberikan semangat kepada rekan-rekannya, bukan justru menunjukkan kesedihan.
”Romero mungkin satu-satunya pemain yang memiliki karakter dan determinasi di tim itu. Kalau saya jadi rekan setimnya, saya ingin dia keluar lapangan sambil menyemangati semua orang. Masih ada waktu sekitar 25 menit, tetapi air mata itu menurut saya mengirim pesan yang salah. Sebagai kapten, seharusnya dia tidak melakukan itu,” kata Foster.
Kritik itu muncul di tengah tren buruk Tottenham Hotspur yang telah menjalani 14 pertandingan tanpa kemenangan. Bahkan, sejak memasuki tahun 2026, Spurs belum sekalipun meraih kemenangan. Saat ini, The Lilywhites terpaut dua poin dari zona aman yang membuat enam laga tersisa menjadi sangat krusial dalam menentukan nasib klub di Premier League.
Tottenham dijadwalkan menghadapi mantan klub De Zerbi Brighton & Hove Albion pada laga berikutnya. Setelah itu, Spurs akan melakoni serangkaian pertandingan sulit melawan Wolverhampton Wanderers, Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton hingga akhir musim.
Sementara itu, rekan duet Romero di lini belakang Micky van de Ven menegaskan bahwa tim harus segera bangkit dan beradaptasi dengan pelatih baru. Micky menjelaskan bahwa De Zerbi menginginkan tim bermain lebih percaya diri, khususnya dalam membangun serangan dari lini belakang. Namun, Micky mengakui waktu yang dimiliki tim sangat terbatas.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
