Leon Goretzka membawa semangat balas dendam Bayern Munchen jelang duel melawan Real Madrid. Die Roten ingin mengakhiri dominasi Los Blancos di Liga Champions. (Instagram/@leon_goretzka)
JawaPos.com - Saat ini, ada satu hal yang paling diinginkan para penggemar Bayern Munich di seluruh dunia: Balas dendam.
Perasaan itu sudah terlalu lama mengendap. Campuran antara sakit hati, frustrasi, harapan, dan keyakinan bahwa Bayern Munich akhirnya bisa membalikkan keadaan saat menghadapi Real Madrid.
Bukan cuma menang, tetapi benar-benar memberi kekalahan yang terasa menyakitkan bagi klub yang selama ini selalu menjadi mimpi buruk mereka di Liga Champions. Leon Goretzka menjadi salah satu sosok yang paling merasakan hal tersebut.
Melansir Bavarian Football, dalam wawancara terbarunya bersama FC Bayern, gelandang asal Jerman itu mengakui bahwa Bayern memang belum banyak menikmati hasil positif saat melawan Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami belum banyak meraih kesuksesan melawan Real akhir-akhir ini. Kami sangat ingin membalikkan statistik dari beberapa tahun terakhir."
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi para pendukung Bayern, itu seperti mewakili semua rasa sakit yang sudah terlalu lama dipendam.
Terlalu banyak malam pahit. Terlalu banyak momen kontroversial. Terlalu banyak laga yang terasa seperti dirampas begitu saja.
Baca Juga:Jelang Lawan Bayern Munchen, Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa Berencana Cadangkan Tiga Pemain Ini
Bagi banyak fans Bayern, Real Madrid selalu seperti punya cara ajaib untuk lolos, bahkan ketika mereka sedang tidak bermain lebih baik. Namun Goretzka juga sadar bahwa tim yang akan mereka hadapi bukan lawan sembarangan.
"Real adalah tim kelas dunia dengan kualitas individu yang luar biasa di lapangan. Mereka memiliki beberapa momen yang sangat, sangat bagus – tetapi juga beberapa momen buruk – musim ini. Saat ini, Anda tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan Anda dapatkan dari mereka. Pengalaman memberitahu kita bahwa mereka biasanya berhasil melakukan sesuatu di Liga Champions."
Dan memang, di situlah letak masalahnya. Real Madrid selalu terasa berbeda ketika bermain di Liga Champions.
Kompetisi ini seperti rumah kedua bagi mereka. Tidak peduli seberapa buruk performa mereka di liga domestik atau seberapa banyak kritik yang datang, mereka hampir selalu bisa menemukan cara untuk bertahan dan menang.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
