
Ronaldinho
JawaPos.com - Sosok yang dikenal dengan senyum khas dan skill magis di lapangan itu justru tersandung kasus hukum yang cukup membingungkan publik.
Ronaldinho datang ke ibu kota Asuncion bersama kakaknya, Roberto de Assis, untuk menghadiri acara amal sekaligus promosi buku.
Namun, setibanya di sana, keduanya diketahui menggunakan paspor Paraguay palsu. Penemuan tersebut langsung memicu penyelidikan dan berujung pada penahanan mereka.
Motif di balik penggunaan dokumen ilegal ini sempat menjadi tanda tanya besar. Pihak pengacara bahkan menyebut Ronaldinho tidak menyadari bahwa paspor tersebut palsu, sebuah pernyataan yang menuai kontroversi.
Di sisi lain, aparat setempat menduga kasus ini berkaitan dengan jaringan yang lebih besar, termasuk kemungkinan skema pencucian uang oleh pengusaha lokal.
Meski berada dalam tahanan, pesona Ronaldinho tidak luntur. Selama ditahan di penjara Agrupación Especializada, ia justru menjadi pusat perhatian para narapidana lain.
Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika ia mengikuti pertandingan futsal di dalam penjara dan mencetak lima gol, membawa timnya meraih kemenangan.
Tak hanya itu, Ronaldinho juga merayakan ulang tahunnya yang ke-40 di balik jeruji besi. Perayaan sederhana tersebut tetap menjadi sorotan, memperlihatkan bagaimana karisma mantan pemain FC Barcelona itu tetap bersinar bahkan dalam situasi sulit.
Setelah menjalani 32 hari di penjara, Ronaldinho akhirnya mendapatkan kebebasan bersyarat dengan membayar jaminan sebesar 1,6 juta dolar AS.
Ia kemudian dipindahkan ke tahanan rumah di sebuah hotel mewah di Asuncion. Di sana, kehidupannya jauh lebih nyaman meski tetap dalam pengawasan ketat.
Secara total, Ronaldinho menghabiskan 171 hari dalam masa penahanan, baik di dalam sel maupun di hotel. Pada Agustus 2020, ia akhirnya dibebaskan setelah membayar denda sebesar 200 ribu dolar AS.
Kasus ini pun ditutup, meski meninggalkan tanda tanya dan cerita unik di baliknya. Peristiwa ini menjadi ironi dalam perjalanan hidup Ronaldinho.
Dari panggung megah stadion dunia hingga ruang tahanan, kisahnya menunjukkan bahwa bahkan legenda sepak bola pun tak lepas dari kesalahan. Namun satu hal yang tetap sama: senyumnya yang tak pernah benar-benar hilang.
