
Mohammed Salim, pemain sepak bola India tanpa sepatu yang pernah tampil di Eropa pada 1930. (Istimewa)
JawaPos.com–Ketika berbicara tentang India, kebanyakan orang langsung teringat pada Taj Mahal, Bollywood, atau ragam kulinernya. Namun, jika topiknya beralih ke sepak bola, tidak banyak yang bisa langsung menyebut nama besar dari negara tersebut.
Padahal, jauh sebelum era modern, India pernah memiliki sosok yang mencuri perhatian Eropa yaitu nama Mohammed Salim. Nama Salim mungkin kalah populer dibanding Bhaichung Bhutia atau Sunil Chhetri. Namun, kontribusinya terhadap sepak bola India tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dia bahkan dianggap sebagai pionir yang membuka jalan bagi pemain India untuk dikenal di panggung internasional. Lahir di Kolkata pada 1904, Salim memulai kariernya bersama klub lokal sebelum akhirnya bersinar bersama Mohammedan SC.
Di sana, dia menjadi bagian penting dari dominasi klub yang berhasil menjuarai Liga Kalkuta selama lima musim beruntun pada periode 1934 hingga 1938. Namun, yang membuat Salim berbeda bukan hanya soal prestasi.
Dia dikenal sebagai pemain yang tampil tanpa sepatu. Pada masa itu, hal tersebut memang bukan sesuatu yang sepenuhnya asing di India. Selain karena kebiasaan, bermain tanpa alas kaki juga kerap dianggap sebagai bentuk simbolis terhadap situasi kolonial saat itu.
Titik balik karirnya datang pada 1936. Berkat dorongan sang sepupu, Salim berangkat ke Inggris dan kemudian menuju Glasgow. Di sana, dia mendapat kesempatan langka untuk menjalani trial bersama klub raksasa Skotlandia, Celtic FC.
Awalnya, manajer legendaris Willie Maley meragukan kemampuan Salim. Gagasan tentang pemain amatir dari India yang ingin bermain di Eropa bahkan tanpa sepatu terdengar tidak masuk akal. Namun, keraguan itu segera sirna saat Salim menunjukkan kemampuannya di lapangan.
Meski demi keamanan kakinya dibalut perban, Salim tetap bermain dengan gaya khasnya. Sentuhan bolanya halus, dribel memikat, dan permainannya mampu menghibur penonton.
Dia tampil gemilang dalam beberapa laga bersama tim cadangan Celtic, termasuk saat timnya menang besar atas lawan-lawannya. Penampilannya bahkan menarik perhatian media. Salah satu surat kabar Skotlandia menjulukinya The Indian Juggler, sebuah pengakuan atas kemampuannya mengolah bola dengan cara yang tidak biasa.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
