
Kericuhan setelah pertandingan perempat final Piala Skotlandia antara Rangers dan Celtic di Stadion Ibrox. (X/@GoalsXtra)
JawaPos.com–Kepolisian Skotlandia mengecam keras tindakan anarkis yang dilakukan sejumlah pendukung dalam laga perempat final Piala Skotlandia antara Rangers dan Celtic di Stadion Ibrox. Aparat keamanan menyebut perilaku tersebut sebagai tindakan memalukan yang mencoreng sportivitas sepak bola.
Bentrokan pecah sesaat setelah pertandingan berakhir. Pihak kepolisian mengonfirmasi telah melakukan sejumlah penangkapan terhadap oknum yang diduga menjadi pemicu kericuhan. Kepala Superintenden Kate Stephen menegaskan, insiden di Stadion Ibrox tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola dan masyarakat luas.
”Perilaku sejumlah pendukung dalam laga hari ini sangat memalukan. Hal ini harus dikutuk oleh siapa pun yang terlibat dalam sepak bola maupun masyarakat secara luas,” ujar Stephen dikutip melalui laman The Guardian, Senin (9/3).
Saat ini, Kepolisian Skotlandia tengah berkoordinasi dengan kedua klub serta Federasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) untuk melakukan investigasi mendalam terkait insiden yang terjadi di dalam lapangan.
Stephen mengungkapkan, petugas kepolisian dan petugas keamanan stadion (steward) menghadapi tekanan serta kekerasan fisik dalam durasi yang cukup lama. Sejumlah oknum suporter diketahui mempersenjatai diri dengan benda-benda tajam dan tumpul yang sengaja dibawa untuk melukai orang lain.
”Petugas dan warga sipil mengalami luka-luka akibat aksi yang tercela ini. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah bertugas di lapangan,” tambah Stephen.
Selain kericuhan di akhir laga, polisi juga menyelidiki laporan mengenai sejumlah pendukung yang memaksa masuk ke tribun Broomloan Road tanpa tiket sebelum pertandingan dimulai. Aksi tersebut sempat mengganggu prosedur keamanan dan memaksa pihak pengelola menutup pintu akses tribun untuk sementara.
Laga bertajuk Old Firm tersebut dimenangkan Celtic dengan skor 4-2 melalui babak adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol. Ketegangan memuncak saat puluhan pendukung Celtic memaksa masuk lapangan untuk merayakan gol kemenangan dari titik putih.
Aksi tersebut memicu reaksi balasan dari ratusan pendukung tuan rumah Rangers yang turut menyerbu masuk ke area lapangan. Polisi dan petugas keamanan segera membentuk barikade manusia untuk memisahkan kedua kelompok massa guna mencegah bentrokan yang lebih masif.
Baca Juga:Kericuhan Warnai Derby Celtic vs Rangers di Piala Skotlandia, Polisi Sebut Ulah Suporter Memalukan
Laga ini menandai pertama kalinya pendukung Celtic kembali mendapatkan alokasi penuh di tribun Broomloan Road sebanyak 7.500 kursi sejak 2018. Sebelumnya, kuota pendukung tim tamu dibatasi secara ketat hanya di bawah 1.000 tiket menyusul tingginya tensi rivalitas kedua klub.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
