Pep Guardiola (Instagram @mancity)
JawaPos.com - Manchester City menghadapi misi yang tidak mudah saat menjamu Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Setelah kalah 3-0 di Santiago Bernabeu pada leg pertama pekan lalu, tim asuhan Pep Guardiola kini harus memburu kemenangan dengan selisih minimal tiga gol di Stadion Etihad.
Melansir ESPN, situasi tersebut membuat Guardiola sadar bahwa timnya membutuhkan penampilan yang nyaris tanpa cela jika ingin menjaga harapan tetap hidup di kompetisi Eropa musim ini.
"Pertandingan ini harus sempurna dalam banyak hal," kata Guardiola dalam konferensi pers Senin. "Para pemain kami, keputusan wasit – untuk banyak hal, semuanya harus sangat baik agar bisa menghasilkan hal-hal seperti ini."
Baca Juga:Prediksi Line-up Manchester City vs Real Madrid: Mbappe Cadangan, Haaland Tetap Jadi Ancaman
"Kita harus mengambil lebih banyak risiko dalam hal mencoba, tetapi bahkan jika hasilnya tidak bagus di babak pertama, kita harus terus maju, melanjutkan, berjuang, karena kita tidak pernah tahu. Kita tidak pernah tahu."
Membalikkan defisit tiga gol di Liga Champions bukanlah hal yang sering terjadi. Dalam dua dekade terakhir, hanya tiga tim yang berhasil melakukan comeback dari situasi serupa untuk lolos ke babak berikutnya.
Meski demikian, Etihad Stadium pernah menjadi saksi sejumlah momen dramatis dalam sejarah Manchester City. Salah satunya terjadi pada musim 2021/2022 ketika mereka harus mengalahkan Aston Villa di hari terakhir kompetisi untuk memastikan gelar Liga Premier.
Saat itu, Man City tertinggal 2-0 hingga memasuki menit ke-70, sebuah hasil yang akan membuat Liverpool keluar sebagai juara. Namun dalam waktu hanya lima menit, tiga gol cepat berhasil mengubah keadaan dan memastikan gelar liga keempat bagi City dalam lima tahun.
Bernardo Silva mengingat kembali momen tersebut sebagai contoh bahwa keajaiban dalam sepak bola selalu mungkin terjadi.
"Empat tahun lalu kami tertinggal 2-0 di kandang melawan Villa pada menit ke-70. Dalam 10 menit, kami mencetak tiga gol," kenang Bernardo Silva.
"Saya tahu ini mungkin terdengar agak bodoh, tetapi ketika saya menonton ulang leg pertama di Madrid, saya tidak melihat alasan mengapa kami tertinggal 3-0 di babak pertama. Hasilnya jauh lebih buruk daripada performa menurut pendapat saya."
"Jelas dalam sepak bola itu tidak berarti apa-apa, tidak ada artinya. Dalam sepak bola banyak hal bisa terjadi, jadi kita tidak boleh kehilangan kendali. Tetap fokus dan cobalah menciptakan suasana yang membuat semua orang percaya bahwa itu mungkin."
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
