
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa bersama pencetak hattrick melawan Manchester City di Liga Champions Federico Valverde. (Istimewa)
JawaPos.com–Esensi kerja kolektif yang disuarakan Alvaro Arbeloa terwujud di lapangan pada saat yang paling krusial bagi Real Madrid di liga champions lawan Manchester City. Semangat kebersamaan itu memuncak lewat ledakan gol sang El Halcon Federico Valverde, yang membawa dimensi baru bagi permainan Los Blancos.
”Inilah pertandingan di mana kami paling patuh pada rencana. Kami tampil sebagai tim dengan huruf kapital, itulah syarat mutlak untuk menang. Real Madrid memiliki barisan pemain bintang, namun yang kami butuhkan adalah menjadi tim yang hebat,” ujar Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers usai laga lawan Manchester City di liga champions, dikutip melalui laman Marca, Jumat (13/3).
Pernyataan Alvaro Arbeloa tersebut bukan sekadar retorika. Di tengah badai cedera yang menumbangkan tujuh pemain pilar serta tren performa yang labil serta menyusul kekalahan dari Osasuna dan Getafe, Real Madrid mampu menjawab keraguan publik. Menghadapi Manchester City asuhan Pep Guardiola di ajang Liga Champions, Santiago Bernabeu kembali menjadi saksi kebangkitan mentalitas pemenang yang sempat dikhawatirkan meredup.
Ada pemandangan berbeda dalam laga tersebut. Real Madrid tampil rapat, solider, sekaligus mematikan. Arbeloa secara taktis meladeni skema ofensif Guadiola yang menurunkan empat penyerang sekaligus. Ruang-ruang transisi justru dimanfaatkan dengan apik oleh para kuda pacu Madrid, terutama Valverde.
Pemain asal Uruguay ini tidak hanya disiplin membantu pertahanan untuk meredam kecepatan Jeremy Doku, tetapi juga menunjukan ketajaman yang jarang dia perlihatkan secara masif dalam satu laga.
Data statistik mengonfirmasi transformasi ini. Untuk pertama kalinya di Liga Champions musim ini, Madrid unggul dalam daya jelajah dibandingkan lawannya. Skuad Los Blancos menempuh jarak 113,7 kilometer, melampaui catatan 113,4 kilometer milik City.
Angka ini merefleksikan kemajuan signifikan jika dibandingkan pertemuan pertama kedua tim di fase liga Desember lalu. Kala itu, di bawah arahan Xabi Alonso, Madrid tampak ringkih secara fisik dan taktis, tertinggal jauh dalam statistik lari saat takluk 1-2 di kandang sendiri.
Selain Valverde, energi kemenangan Madrid disuntikkan Thiago Pitarch. Turun sebagai starter menggantikan Eduardo Camavinga, Pitarch menjadi representasi determinasi tim. Salah satu momen yang memicu sapaan riuh dari publik Bernabeu adalah saat dia melakukan sprint defensif dari kotak penalti lawan hingga ke jantung pertahanan sendiri.
Meski sempat melakukan kesalahan kecil khas pemain muda yang hampir berakibat fatal. sebelum diselamatkan oleh ketangkasan Thibaut Courtois, Pitarch meninggalkan lapangan dengan iringan aplaus panjang. Dia dan Valverde menjadi standar baru bagi intensitas yang diinginkan Arbeloa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
