
Skuad Arsenal. (Istimewa)
JawaPos.com–Persaingan gelar Premier League musim ini memasuki fase paling menentukan. Dengan kurang dari sepuluh pertandingan tersisa, perebutan trofi, tiket ke kompetisi Eropa, hingga pertarungan menghindari degradasi liga Inggris semakin sengit.
Di puncak klasemen liga Inggris, Arsenal masih memimpin dengan keunggulan tujuh poin atas Manchester City. Namun situasi belum sepenuhnya aman bagi The Gunners karena mereka telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Arsenal asuhan Mikel Arteta masih memiliki sejumlah laga krusial di sisa musim ini. Salah satu pertandingan yang berpotensi menentukan arah perebutan gelar liga Inggris adalah duel tandang melawan Manchester City di Stadion Etihad pada 19 April.
Meski begitu, jika melihat jadwal secara keseluruhan, Arsenal dinilai memiliki jalur yang sedikit lebih ringan. Empat dari lima pertandingan liga berikutnya akan dimainkan di kandang menghadapi tim papan tengah.
Sebaliknya, Manchester City yang ditangani Pep Guardiola harus menjalani jadwal tandang yang cukup menantang. Empat dari lima laga berikutnya dimainkan di luar kandang, termasuk lawatan ke markas Chelsea.
Menariknya, performa Manchester City musim ini tidak sedominan beberapa musim terakhir. Setelah 29 pertandingan, mereka baru mengoleksi 60 poin, angka yang lebih rendah dibanding sebagian besar musim era Guardiola.
Baca Juga:Donald Trump Sebut Tidak Tepat Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Faktor Keamanan Jadi Alasan
Di sisi lain, Arsenal juga belum benar-benar tampil sangat dominan secara statistik. Hal ini membuat persaingan gelar masih sangat terbuka hingga akhir musim.
Tak hanya di puncak klasemen, perebutan tiket UEFA Champions League juga berlangsung sengit. Empat tim masih bersaing ketat untuk finis di lima besar, yakni Manchester United, Aston Villa, Chelsea, dan Liverpool.
Selisih poin di antara mereka hanya terpaut tipis. Situasi ini membuat setiap pertandingan di sisa musim menjadi sangat krusial.
Aston Villa sempat dianggap hampir pasti mengamankan posisi lima besar beberapa bulan lalu. Namun performa mereka sempat menurun akibat cedera sejumlah pemain penting. Kondisi tersebut membuka peluang bagi para pesaing untuk mengejar ketertinggalan.
Sementara itu, Liverpool yang kini berada di luar lima besar masih memiliki peluang besar untuk merangsek naik. The Reds akan menghadapi beberapa tim papan tengah terlebih dahulu sebelum menjalani rangkaian pertandingan berat pada Mei.
Drama juga terjadi di papan bawah klasemen. Wolverhampton Wanderers dan Burnley berada dalam posisi sulit dan terancam terdegradasi.
