
Pelatih Tottenham Hotspur alami hasil buruk di Liga Champions. (ig @igor.tudor.official)
JawaPos.com–Masa kepemimpinan Igor Tudor di Tottenham Hotspur tampaknya berjalan jauh dari harapan. Ketika pelatih asal Kroasia itu ditunjuk untuk menggantikan Thomas Frank bulan lalu, banyak pihak berharap kehadirannya bisa memberikan efek positif dari manajer baru.
Namun kenyataannya justru sebaliknya. Tottenham Hotspur terus mengalami hasil buruk dan belum mampu meraih kemenangan sejak Igor Tudor mengambil alih tim.
Harapan untuk sedikit mengalihkan fokus dari performa buruk di Liga Premier juga tidak berjalan mulus. Saat bertandang ke ibu kota Spanyol untuk menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Tottenham Hotspur justru mengalami malam yang sangat sulit.
Tottenham harus menelan kekalahan telak 5-2 yang membuat peluang mereka untuk lolos ke perempat final menjadi sangat tipis. Masalah sudah muncul sejak awal pertandingan.
Antonin Kinsky, yang secara mengejutkan dipercaya menjadi starter menggantikan kiper utama Guglielmo Vicario, melakukan dua kesalahan fatal di bawah mistar. Dalam waktu hanya 16 menit, Spurs sudah tertinggal 3-0.
Situasi semakin memburuk karena Tottenham kebobolan empat gol hanya dalam satu babak pertama. Beberapa di antaranya bahkan berasal dari kesalahan pemain sendiri, yang menunjukkan betapa rapuhnya permainan tim saat ini.
Baca Juga:Breaking News! Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Gianni Infantino Jamin Komitmen Donald Trump
Performa buruk tersebut langsung menuai kritik, termasuk dari mantan kiper Tottenham, Paul Robinson. Dia menilai Tudor gagal memaksimalkan potensi yang sebenarnya dimiliki skuad Spurs.
Penunjukan Tudor sebagai pelatih sementara sebelumnya dianggap sebagai langkah berani dari manajemen klub untuk mengatasi situasi krisis. Namun sejauh ini, kondisi tim justru terlihat lebih buruk dibandingkan saat masih ditangani Thomas Frank.
Bahkan, Tottenham kini mencatat rekor yang tidak diinginkan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, mereka mengalami enam kekalahan beruntun.
Di bawah kepemimpinan Tudor sendiri, Spurs telah menelan empat kekalahan dari empat pertandingan dan kebobolan total 14 gol. Situasi ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan apakah pelatih berusia 47 tahun itu memang sosok yang tepat untuk memimpin tim.
Melansir To The Lane and Back, setelah kekalahan dari Atletico Madrid, Robinson secara terang-terangan mengkritik pendekatan Tudor.
”Igor Tudor bukanlah orang yang tepat dan tidak berada di tempat yang tepat. Anda membutuhkan seseorang untuk merangkul para pemain dan tidak mengkritik mereka. Anda tidak ingin para pemain berbalik melawan Anda. Anda perlu memanfaatkan sebaik mungkin apa yang ada di hadapan Anda, dan Igor Tudor belum melakukan itu,” kata Paul Robinson.
