Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Maret 2026 | 18.19 WIB

Liga Champions: Ambisi Newcastle Singkirkan Barcelona Demi Cetak Sejarah Baru

Manajer Newcastle United Eddie Howe. (Istimewa) - Image

Manajer Newcastle United Eddie Howe. (Istimewa)

JawaPos.com–Manajer Newcastle United Eddie Howe melepaskan perdikat sebagai sosok yang rendah hati saat menyebut laga leg pertama babak 16 besar di Liga Champions melawan Barcelona sebagai pertandingan terbesar dalam sejarah klub. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa The Magpies siap mempertaruhkan segalanya di St James' Park, Rabu (11/3) dini hari WIB.

Bagi pelatih Newcastle United Eddie Howe, yang biasanya menghindari diksi berlebihan, laga melawan raksasa Catalan Barcelona asuhan Hansi Flick di liga Champions ini adalah momentum langka.

Barcelona adalah laga terbesar dalam sejarah klub ini di Liga Champions. Ini kesempatan untuk meraih momen yang mungkin tidak akan datang dua kali,” ujar pelatih Newcastle United Eddie Howe, dikutip melalui laman The Guardian, Selasa (10/3).

Meskipun Newcastle tercatat memiliki sejarah panjang di kompetisi domestik, pencapaian hingga fase gugur kompetisi paling bergengsi di Eropa ini merupakan teritori baru. Namun, memori publik Tyneside masih segar akan kemenangan legendaris 3-2 atas Barcelona pada 1997 silam, saat Tino Asprilla mencetak trigol ke gawang lawan. Howe berharap anak asuhnya mampu membangkitkan kembali semangat tersebut.

”Saya ingin para pemain saat ini dibicarakan dengan cara yang sama, 20 atau 30 tahun mendatang,” tutur Eddie Howe.

Ujian Berat di Tengah Ketimpangan

Meski bertindak sebagai tuan rumah, Newcastle datang dengan beban berat. Performa mereka di Liga Inggris masih tertahan di peringkat ke 12 akibat inkonsistensi. Di sisi lain, Barcelona tiba di Inggris dengan status pemuncak klasemen La Liga, unggu empat poin dari Real Madrid.

Barca juga membawa bekal kemenangan 2-1 atas Newcastle di fase liga pada September lalu. Kala itu, kontrol lini tengah yang digalang Pedri serta ketajaman Marcus Rashford menjadi pembeda. Kini, Hansi Flick masih mempertimbangkan untuk menurunkan Rashford sejak menit awal setelah sang pemain pulih dari cedera.

Flick sendiri enggan memandang remeh tuan rumah. Setelah mengistirahatkan sejumlah pemain pilar saat menang tipis 1-0 atas Athletic Club, pelatih asal Jerman itu menginstruksikan skuadnya untuk waspada.

”Newcastle sangat berbahaya dalam transisi dan saya memperkirakan mereka akan menekan kami secara man-to-man. Kami harus bertahan dengan keberanian,” kata Flick.

Mengandalkan Status Non Unggulan

Bagi Howe, status non unggulan (underdog) justru menjadi senjata psikologis. Dia menyadari bahwa secara teknis, Barcelona memiliki keunggulan kolektif. Namun, dia percaya motivasi untuk mencetak sejarah baru bagi klub menjadi motor penggerak utama.

Salah satu duel kunci yang dinantikan adalah pertemuan bek kiri muda Lewis Hall dengan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket perempat final, melainkan pembuktian ambisi Newcastle di bawah kepemimpinan Howe selam empat tahun terakhir.

Jika mampu menumbangkan Barcelona, ini akan menjadi pencapaian puncak dalam karier kepelatihan Howe di Tyneside sekaligus babak baru dalam sejarah panjang klub hitam-putih tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore