Pemain dan staf pelatih Sheffield Wednesday terdegradasi lebih cepat dari Championship musim ini. (Dok. Sheffield)
JawaPos.com - Sheffield Wednesday dipastikan terdegradasi dari Championship saat musim masih menyisakan 13 pertandingan. Kekalahan 1-2 dari rival sekota, Sheffield United, di Bramall Lane menjadi penutup dari perjalanan panjang yang sudah terlihat arahnya sejak awal musim.
Hasil tersebut membuat Sheffield Wednesday terpaut 41 poin dari zona aman dengan maksimal 39 poin tersisa. Artinya, secara matematis mereka tak mungkin lagi bertahan. Ini menjadi degradasi paling dini dalam sejarah English Football League.
Musim ini memang berjalan berat sejak awal. Sanksi pengurangan 18 poin akibat masalah finansial membuat langkah Wednesday langsung tertatih. Mereka hanya meraih satu kemenangan sepanjang musim dan sempat mencatat 10 kekalahan beruntun di liga.
Masalah di luar lapangan menjadi pemicu utama. Pada musim panas lalu, klub dilanda krisis setelah gaji pemain dan staf terlambat dibayarkan. Situasi itu memicu embargo pendaftaran pemain dan membuat sejumlah nama senior hengkang. Skuad pun menipis sebelum kompetisi benar-benar berjalan.
Pada Oktober, klub resmi masuk administrasi dan kembali mendapat pengurangan poin. Sejak saat itu, perjuangan mereka semakin berat.
Proses pengambilalihan klub sempat diumumkan pada Desember, namun hingga kini belum juga rampung.
Di tengah situasi sulit, dukungan suporter tetap terlihat. Meski sempat melakukan aksi protes terhadap manajemen lama, ribuan fans tetap hadir memberi dukungan, termasuk saat derby kontra Sheffield United yang memastikan degradasi.
Beberapa momen positif sempat hadir, termasuk kemenangan atas Portsmouth pada September. Namun, itu tak cukup untuk membalikkan keadaan. Setelah pergantian pelatih dan hengkangnya sejumlah pemain penting pada Januari, performa tim terus menurun.
Administrator klub memastikan dana operasional cukup hingga akhir musim. Meski begitu, fokus kini beralih ke masa depan. Wednesday dipastikan akan bermain di League One musim depan, dengan harapan situasi finansial lebih stabil dan proses akuisisi segera selesai.
Bagi Sheffield Wednesday, musim ini menjadi pelajaran mahal tentang dampak krisis manajemen terhadap performa di lapangan. Target berikutnya jelas: bangkit dan menata ulang fondasi klub demi kembali bersaing.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
