
Jabatan Rafael Benitez sebagai pelatih Everton terancam seandainya kalah saat menghadapi Liverpool FC dini hari nanti. OLI SCARFF/AFP
JawaPos.com - Nasib Rafa Benitez di kursi pelatih Panathinaikos dikabarkan berada di ujung tanduk. Laporan dari media Yunani menyebut manajemen klub mulai kehilangan kesabaran setelah rentetan hasil yang dianggap belum memenuhi target musim ini.
Benitez yang datang ke Athena pada Oktober lalu sejatinya disambut dengan ekspektasi tinggi.
Pengalamannya menangani klub-klub besar Eropa diharapkan mampu mengangkat performa Panathinaikos, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Namun, perjalanan beberapa bulan terakhir justru memunculkan tanda tanya.
Dari 25 pertandingan di semua ajang, pelatih asal Spanyol itu mencatat 13 kemenangan dan enam kekalahan.
Secara posisi, saat ini Panathinaikos memang masih bertahan di papan atas Liga Yunani. Namun jarak menuju dua besar klasemen yang menjadi tiket menuju kualifikasi Liga Champions justru menjauh dibanding saat ia pertama kali datang.
Situasi ini membuat tekanan meningkat. Panathinaikos dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional di Yunani dan jarang keluar dari lima besar dalam beberapa musim terakhir.
Manajemen tentu tak ingin ambisi tampil di Eropa musim depan terganggu hanya karena performa yang kurang optimal.
Tak hanya soal hasil, kabar kurang sedap juga datang dari ruang ganti. Sejumlah laporan media menyebut ada pemain yang kurang puas dengan metode latihan serta pendekatan taktik ala Benitez.
Hal ini cukup mengejutkan mengingat ia dikenal sebagai pelatih yang detail dan kuat dalam analisis pertandingan.
Dalam waktu dekat, Panathinaikos dijadwalkan menghadapi laga penting Liga Europa melawan Viktoria Plzen, sebelum kembali fokus ke liga Yunani.
Dua pertandingan ini disebut-sebut menjadi penentu masa depan Benitez di Athena.
Jika hasilnya tak sesuai harapan, manajemen kabarnya sudah menyiapkan nama pengganti. Sosok yang mengemuka adalah Igor Biscan, mantan pemain Panathinaikos yang juga pernah bekerja sama dengan Benitez saat masih membela Liverpool.
Biscan saat ini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Al-Ahli klub Liga Qatar. Kedekatannya dengan atmosfer Panathinaikos dan pengalaman sebagai pelatih dinilai menjadi nilai tambah.
Menariknya, ia pernah menjadi bagian skuad Liverpool saat menjuarai Liga Champions 2005, era yang identik dengan kepemimpinan Benitez.
Kini, keputusan ada di tangan manajemen Panathinaikos. Apakah Benitez masih diberi waktu untuk membalikkan situasi, atau justru tongkat estafet akan segera berpindah ke mantan anak asuhnya? Jawabannya mungkin akan terlihat dalam dua laga krusial ke depan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
