Tottenham kembali tumbang di Liga Premier. Kartu merah Cristian Romero jadi sorotan, Thomas Frank buka suara soal permintaan maaf sang kapten dan dampaknya bagi Spurs ke depan.
JawaPos.com - Tottenham Hotspur lagi-lagi harus menelan pil pahit di Liga Premier. Bertandang ke markas Manchester United, Spurs pulang dengan kekalahan 0-2.
Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes masing-masing mencetak gol di dua babak berbeda, sekaligus mengakhiri rentetan delapan laga tanpa kemenangan Setan Merah atas Tottenham.
Namun, alih-alih membahas gol atau taktik, topik paling panas dari laga ini jelas tertuju pada satu nama: Cristian Romero.
Baru saja pulih sepenuhnya dari sakit yang membuatnya ditarik keluar di babak pertama saat imbang 2-2 kontra Manchester City, bek internasional Argentina itu kembali dipercaya memimpin tim sebagai kapten. Awalnya, Romero tampil solid dan terlihat nyaman mengawal lini belakang Spurs.
Sayangnya, segalanya berubah drastis pada menit ke-29. Romero melakukan tekel keras terhadap Casemiro yang langsung diganjar kartu merah oleh wasit Michael Oliver.
Keputusan itu praktis membalikkan arah pertandingan. Tottenham harus bermain dengan 10 orang, dan Manchester United tak menyia-nyiakan keuntungan tersebut.
Sembilan menit berselang, Man United memecah kebuntuan lewat situasi bola mati. Tendangan bebas berujung kemelut yang diselesaikan Bryan Mbeumo.
Ketika Thomas Frank mencoba mengubah formasi demi mengejar ketertinggalan, justru Bruno Fernandes yang memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-81 lewat penyelesaian dingin setelah memanfaatkan umpan silang Diogo Dalot.
Melansir Tothelaneandback, usai laga, Thomas Frank buka suara soal insiden yang melibatkan kaptennya. Sang pelatih menegaskan bahwa Romero langsung menyadari kesalahannya dan mengambil tanggung jawab penuh di ruang ganti.
“Cristian, pertama dan terutama, tidak ada niat untuk melakukan gerakan lanjutan dan mendapatkan kartu merah. Dia jelas-jelas berusaha meraih bola. Sayangnya, sesuai aturan, itu berujung kartu merah. Cristian meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya di ruang ganti,” ujar Frank.
Meski membela karakter Romero, Frank tak menutup mata bahwa kartu merah tersebut sangat merugikan tim. Ini bukan kali pertama bek berusia 27 tahun itu terlibat momen kontroversial.
Kartu merah ini menjadi yang kedua baginya musim ini, setelah sebelumnya diusir karena dua kartu kuning saat Tottenham kalah 1-2 dari Liverpool pada Desember 2025.
Situasi ini terasa makin rumit karena insiden di lapangan datang tak lama setelah Romero melontarkan sindiran kepada manajemen klub di media sosial.
Ia mengkritik kondisi skuad dan menyebut kedalaman tim sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”. Kombinasi komentar di luar lapangan dan kartu merah di laga krusial membuat posisi Romero kian disorot.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
