Alphonso Davies. (Dok FC Bayern Munchen)
JawaPos.com – Setelah melewati masa-masa sulit dalam karier sepak bolanya, Alphonso Davies mengungkapkan rasa pasrah dan kelelahan yang dialaminya setelah menjalani operasi akibat cedera parah. Pemulihan yang dijalaninya ternyata sangat melelahkan dan penuh tantangan.
Sejak Maret lalu, Davies terpaksa menepi dari lapangan hijau akibat cedera ACL dan robekan meniskus yang ia alami saat bertanding untuk timnas Kanada dalam laga perebutan tempat ketiga Liga Bangsa-Bangsa Concacaf 2025. Cedera ini membuatnya harus absen dari berbagai kompetisi penting.
Walaupun pemain berusia 25 tahun ini pernah mengalami cedera serupa sebelumnya, prosedur operasi kali ini menuntutnya untuk menjalani rehabilitasi yang lebih intensif dan memberikan tantangan mental yang berat. Ia tidak hanya harus berjuang secara fisik, tetapi juga harus menghadapi ketidakpastian mengenai kapan ia bisa kembali bermain.
Selama masa pemulihan, Davies tidak hanya kehilangan kesempatan bermain di akhir musim Bundesliga 2024/2025 dan Piala Emas Concacaf, tetapi juga harus menghadapi rasa rindu untuk kembali ke lapangan. Ia baru bisa bermain lagi pada 10 Desember lalu.
Dalam video dokumenter terbaru yang diunggah di kanal YouTube resmi FC Bayern Munchen, Davies menceritakan perasaannya selama menjalani proses penyembuhan dari cedera panjang ini. “Saat pertama kali mandi (setelah mengalami cedera), semua emosi keluar. Saya menangis, meragukan diri sendiri, tetapi ada seseorang di samping saya yang mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.”
“Saya berdoa semoga (cedera ini) bukan sesuatu yang serius, tetapi ketika saya keluar dari MRI, mereka memberi tahu saya bahwa (cedera) itu adalah ACL dan meniskus, seluruh energi saya hilang, semua kepercayaan diri yang saya miliki lenyap begitu saja.”
Davies mengingat kembali masa-masa sulit di awal pemulihan. “Saya ingat beberapa minggu pertama, antara enam dan delapan minggu (awal), saya tidak bisa berjalan. Saya harus menggunakan kruk.”
Ia merasakan kesedihan yang mendalam saat melihat teman-temannya berlatih dan bermain sepak bola. “Ketika Anda berada di sana (tempat) berlatih, Anda melihat semua teman Anda, bersenang-senang bermain sepak bola, dan terkadang Anda berpikir dalam hati, ‘Saya berharap saya ada di sana.’”
“Rasanya seperti ketika ibu Anda mengatakan Anda tidak boleh keluar dan kemudian Anda melihat semua teman Anda berlarian di luar, pada dasarnya seperti itulah perasaan saya saat itu.”
Pengalaman tersebut ternyata sangat berat secara mental. “Pemulihan penyembuhan lebih berbasis mental dan fisik, karena secara fisik, tubuh Anda secara alami akan membentuk memori otot, dan Anda akan menyelesaikan pekerjaan.”
Namun, tantangan mental yang dihadapi Davies adalah ketidakpastian tentang berapa lama ia akan absen dari bermain dan tidak bisa melakukan aktivitas yang ia cintai. “Tetapi di sisi mentalnya adalah ketidakpastian berapa lama Anda akan absen (bermain sepak bola), dan tidak dapat bermain atau melakukan hal-hal tertentu,” tutup pemain yang memiliki nama lengkap Alphonso Boyle Davies ini.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
