Raphael Varane. (ig @raphaelvarane)
JawaPos.com - Dari luar, dunia sepak bola tampak seperti surga: gemerlap stadion, sorotan media, kontrak besar, dan pujian tanpa henti. Namun seperti yang diungkapkan Raphael Varane, mantan bintang Real Madrid dan juara dunia bersama Prancis, kenyataan di balik layar jauh lebih kompleks bahkan gelap.
Dalam sebuah wawancara terbaru, Varane berbicara blak-blakan mengenai masa-masa berat yang pernah ia alami. Kisahnya menegaskan satu hal: tekanan mental dalam sepak bola elite sering kali lebih berat daripada yang terlihat.
Varane Bahas Isu Kesehatan Mental
Varane datang ke Real Madrid sebagai remaja berusia 18 tahun penuh harapan. Namun perjalanan awalnya ternyata jauh dari kata mulus.
"Setelah tiba di Real Madrid, saya menghadapi masalah pertama. Saya berusia 18 tahun dan belum menjalani masa remaja yang normal. Saya sendirian, berlatih sepanjang waktu dan jarang bermain. Saya merasa impian saya memudar," ungkapnya.
Ia menambahkan bagaimana situasi itu berubah menjadi beban mental yang sangat berat.
"Di lapangan, saya benar-benar fokus. Tapi kemudian, saya tidak ingin pulang. Itu depresi. Saya tidak menikmati apa pun lagi."
Varane bahkan mengakui dirinya merasa bahwa penderitaan psikologis adalah “harga” menjadi pesepakbola top.
"Bagi saya, itulah harga yang harus dibayar. Saya pikir kita harus melalui semua itu untuk sukses. Saya sedang memulai karier dan saya bertanya pada diri sendiri ribuan pertanyaan: 'Apakah saya membuat keputusan yang tepat dengan datang ke sini? Haruskah saya pergi? Haruskah saya membicarakannya?'"
“Saya terjebak dalam kesepian, merasa segalanya hancur,” lanjutnya.
Ironi Piala Dunia: Puncak Karier yang Justru Menjatuhkan
Banyak pemain bermimpi meraih Piala Dunia, namun bagi Varane, kemenangan di Rusia pada 2018 justru memperburuk tekanan mentalnya.
"Periode setelah Piala Dunia 2018 sangat sulit. Anda meraih impian, berada di puncak sepak bola dunia, lalu datanglah masa-masa sulit."

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
