Media Vietnam dituding berada di balik pelaporan Malaysia ke FIFA. (Media FAM)
JawaPos.com — Fakta mengejutkan datang dari media Tiongkok yang mengungkap Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) sebagai pihak yang melaporkan Malaysia ke FIFA. Kasus ini terkait dugaan penggunaan pemain naturalisasi ilegal dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni lalu.
Media Tiongkok 163 menjadi yang pertama merilis klaim VFF mengajukan protes resmi ke FIFA. Protes itu muncul usai Vietnam dipermalukan Malaysia dengan skor telak 0-4 di pertandingan tersebut.
Dalam laporannya, media tersebut menulis FIFA langsung menindaklanjuti laporan yang masuk. Otoritas sepak bola dunia itu kemudian melakukan penyelidikan selama beberapa bulan.
"Setelah pertandingan, Asosiasi Sepak Bola Vietnam mengajukan protes mengenai dugaan penggunaan pemain naturalisasi secara ilegal oleh tim Malaysia dalam pertandingan tersebut," tulis 163.
Setelah verifikasi dokumen dilakukan, FIFA menemukan indikasi adanya pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Malaysia. Bahkan, laporan menyebut beberapa dokumen sempat dirusak agar lolos dari pemeriksaan.
"Selanjutnya, FIFA meluncurkan penyelidikan, dan setelah beberapa bulan memverifikasi semua dokumen yang diserahkan oleh Malaysia untuk pemain naturalisasi, akhirnya memutuskan bahwa beberapa dokumen telah dirusak dan dipalsukan," tulis media tersebut.
Media Tiongkok lainnya, QQ, juga memperkuat kabar yang menyeret Vietnam sebagai pelapor Malaysia. Mereka menyebut federasi Vietnam diyakini sebagai pihak yang menyalakan alarm di FIFA.
"Setelah pertandingan, federasi Malaysia dilaporkan, dan diyakini itu dilakukan pihak Vietnam," tulis QQ.
Kasus ini langsung menghebohkan sepak bola Asia Tenggara karena sanksi berat dijatuhkan. Tujuh pemain naturalisasi Malaysia dihukum larangan bermain selama 12 bulan di semua level sepak bola.
Nama-nama besar seperti Facundo Garces, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, dan Jon Irazabal masuk daftar hukuman. Selain larangan bermain, ketujuh pemain juga diganjar denda 2.000 franc Swiss per orang.
Tidak hanya pemain, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga ikut menanggung konsekuensi.
FIFA menghukum FAM dengan denda mencapai 350 ribu franc Swiss karena dianggap lalai dan terbukti melakukan pemalsuan dokumen naturalisasi.
Kasus ini menimbulkan spekulasi liar tentang siapa sebenarnya yang melaporkan Malaysia. Malaysia sempat menuding Indonesia sebagai pihak yang mendorong FIFA melakukan investigasi.
Namun tuduhan itu bergeser setelah nama Vietnam disebut dalam pemberitaan media Tiongkok. Federasi Vietnam dianggap paling diuntungkan jika Malaysia mendapat sanksi berat.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
