Ruben Amorim tetap tenang usai kekalahan Manchester United. (X @ManUtd)
JawaPos.com - Ruben Amorim tetap memimpin persiapan Manchester United seperti biasa menjelang pertandingan Liga Premier melawan Sunderland akhir pekan ini, meski posisinya sebagai manajer tengah menjadi sorotan tajam.
Sumber internal klub mengatakan kepada ESPN bahwa tidak ada tanda-tanda pelatih asal Portugal itu akan disingkirkan dalam waktu dekat, meski rentetan hasil buruk menimbulkan tekanan besar.
Kekalahan 3-1 di markas Brentford, Sabtu (27/9), menambah daftar kekecewaan. Itu merupakan kekalahan ke-17 Man United dari 33 laga liga sejak Amorim ditunjuk pada November lalu. Hasil tersebut membuat Setan Merah terperosok ke peringkat ke-14 klasemen dengan 33 poin, menjadi catatan terburuk klub pada periode yang sama dalam satu dekade terakhir. Target pramusim untuk kembali ke kompetisi Eropa kini terancam.
Meski situasi memanas, suasana di Carrington terlihat tenang. Pada Minggu (28/9), Amorim hadir bersama keluarganya di acara open day yang sudah dijadwalkan jauh hari, memungkinkan keluarga pemain dan staf menikmati fasilitas baru pusat latihan Man United.
Anak-anak bermain di area yang disediakan, sementara seluruh peserta menutup hari dengan makan bersama di kantin yang baru direnovasi. Menurut sumber ESPN, skuad mendapat libur sehari pada Senin (29/9) dan kembali berlatih Selasa untuk fokus menghadapi Sunderland.
Pimpinan klub, termasuk pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe, dikabarkan tetap memberi Amorim waktu memperbaiki performa. Sumber internal menegaskan Man United “tidak mencari pengganti” dan membantah laporan pertemuan dengan mantan pelatih timnas Inggris Gareth Southgate, nama yang sempat muncul sebelum penunjukan Amorim. Namun, ada kesadaran bahwa perbaikan cepat mutlak diperlukan jika Man United ingin mengejar tiket Eropa.
Statistik menegaskan tantangan besar yang dihadapi Amorim. Man United baru mencatat rata-rata 1,0 poin per laga musim ini, jauh di bawah standar klub yang biasanya menargetkan minimal dua poin per pertandingan untuk zona Liga Champions. Pertahanan yang rapuh dengan 51 gol kebobolan dalam 33 laga, rekor terburuk sejak musim 1971/1972.
Di sisi lain, Sunderland yang menempati papan tengah datang dengan modal tak terkalahkan dalam empat laga terakhir, termasuk hasil imbang 1-1 melawan Newcastle.
Pertandingan di Old Trafford ini menjadi ujian penting sebelum jeda internasional dua minggu. Setelah itu, Man United akan bertandang ke Anfield menghadapi Liverpool pada 19 Oktober dan menjamu Brighton di Old Trafford pada 25 Oktober, dua laga yang bisa menentukan masa depan Amorim.
Dengan tekanan yang terus meningkat, kemenangan atas Sunderland bisa menjadi titik balik atau justru awal dari perubahan besar di Old Trafford. Namun, untuk saat ini, Ruben Amorim tetap memimpin latihan seperti biasa, berusaha membuktikan bahwa ia masih layak memimpin Manchester United melewati badai.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
