
Ultras Italia membelakangi lapangan ketika lagu nasional Israel dinyanyikan (Instagram @vibeballs)
JawaPos.com - Momen mencolok terjadi pada laga kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, antara Italia melawan Israel di Bozsik Arena, Budapest, Senin (8/9). Sekelompok suporter Italia, sekitar 50 orang yang mengenakan pakaian serba hitam, kompak membelakangi lapangan ketika lagu kebangsaan Israel diperdengarkan.
Dikutip dari APNews, Selasa (9/9), aksi ini merupakan sebuah bentuk protes simbolis yang langsung menyita perhatian publik. Di tribun, kelompok ultras tersebut juga mengibarkan bendera Italia bertuliskan 'Libertà' (kebebasan) serta sejumlah spanduk lain dengan coretan garis hitam.
Pertandingan internasional seringkali menjadi panggung dimana ekspresi politik dan sikap moral dipertontonkan. Israel memang harus menggelar laga kandang di Hungaria karena konflik berkepanjangan dengan Hamas.
Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, yang dikenal dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan telah melarang aksi solidaritas Palestina dengan alasan keamanan. Dengan latar semacam ini, aksi para pendukung Italia menjadi semakin sarat makna.
Tak berhenti di situ, laporan harian Corriere della Sera yang dikutip AP News menyebut kelompok yang sama juga meneriakkan chant bernada menentang Ilaria Salis, aktivis antifasis asal Italia yang pernah ditahan di Budapest. Salis sempat menjadi isu politik besar di negaranya setelah foto dirinya yang diborgol dan dirantai di ruang sidang Hungaria tersebar luas.
Pertandingan itu sendiri berlangsung dramatis di lapangan. Italia akhirnya berhasil meraih kemenangan atas Israel dengan skor tipis 5-4.
Namun, sorotan utama bukan hanya pada sembilan gol yang tercipta, melainkan pada simbol-simbol protes yang bergema dari tribun. Dari tribun penonton, pesan moral, simbol kebebasan, hingga penolakan terhadap kebijakan tertentu bisa bergema dengan lantang.
Bagi sebagian orang, itu hanyalah aksi sekelompok ultras. Namun bagi yang lain, membelakangi lagu kebangsaan lawan adalah tanda bahwa sepak bola tetap menjadi medium paling universal untuk mengekspresikan sikap.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
