
Vitesse Arnhem kembali mendapatkan lisensi profesional, suporter merayakan dengan gegap gempita. (suporter vitesse)
JawaPos.com-Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) akhirnya resmi mengembalikan lisensi profesional milik Vitesse Arnhem pada Rabu (3/9).
Keputusan ini disambut gembira ribuan suporter klub yang sebelumnya sempat diliputi kekhawatiran. Lisensi Vitesse dicabut akibat kasus penunggakan gaji pemain dan staf.
Kabar bahagia ini diumumkan KNVB setelah pengadilan menangguhkan keputusan pencabutan lisensi. Artinya, Vitesse bisa kembali berkompetisi di Eerste Divisie musim 2025/26.
Tak butuh waktu lama, kabar ini langsung disambut gegap gempita para pendukung setia. Di Arnhem, para suporter turun ke jalan, menyalakan flare, bernyanyi, dan berpesta pora merayakan kemenangan administratif yang berarti sangat besar bagi kelangsungan klub.
Bagi mereka, lisensi ini bukan sekadar izin bermain, tapi napas baru untuk menyelamatkan masa depan Vitesse yang sempat terancam bubar dan harus memulai berkompetisi dari kasta paling bawah.
Melalui situs resmi klub, www.vitesse.nl, manajemen mengunggah artikel berjudul Vitesse Wint Turno Spoedappe. Dalam bahasa Indonesia berarti Vitesse memenangkan banding atas kesalahan turbo.
Artikel tersebut menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh klub berhasil membuahkan hasil positif.
Dalam pernyataan resminya, pihak klub menyampaikan bahwa pernyataan ini memberi klub ruang lega dan harapan. Klub sangat senang bahwa Pengadilan mengakui seriusnya situasi ini dan telah menangguhkan keputusan-keputusan tersebut.
"Kami akan terus berupaya maksimal demi masa depan Vitesse. Sekarang, langkah pertama adalah berdialog dengan KNVB untuk memastikan keputusan yang tepat diambil oleh Vitesse dan para pemangku kepentingannya,” papar pernyataan resmi klub.
Dengan dikembalikannya lisensi ini, Vitesse kini bisa mengalihkan fokus untuk kembali bersaing di lapangan. Setelah melewati periode penuh ketidakpastian, skuad asuhan pelatih anyar mereka akan menghadapi laga perdana pasca kembalinya lisensi melawan Jong AZ Alkmaar pada 15 September 2025 di lanjutan Eerste Divisie.
Pertandingan ini diprediksi bakal sarat emosi. Bukan hanya karena lawan yang cukup tangguh, tapi juga karena momen tersebut menjadi simbol kebangkitan klub yang lolos dari ancaman hukuman degradasi paksa ke kasta paling bawah akibat urusan masalah penunggakan gaji.
Meski lisensi sudah kembali, Vitesse tetap punya pekerjaan rumah besar. Klub harus memastikan pembayaran gaji pemain dan staf berjalan lancar agar kasus serupa tidak terulang.
Selain itu, dialog intensif dengan KNVB dan para pemangku kepentingan juga harus segera dilakukan demi menjaga stabilitas keuangan dan profesionalisme klub.
Namun, untuk sementara waktu, kemenangan ini sudah cukup memberi harapan baru. Suporter kembali bisa bernyanyi dengan lega, pemain bisa fokus menatap pertandingan, dan manajemen punya kesempatan membenahi fondasi klub.
Vitesse mungkin masih berada di kasta divisi dua Liga Belanda, tapi kembalinya lisensi profesional menjadi bukti bahwa asa mereka belum padam. Jalan panjang masih menanti, namun satu langkah penting sudah berhasil dilewati.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
