
Pemain legenda FC Porto, Jorge Costa, meninggal di usia 53 tahun. (Dok. FC Porto)
JawaPos.com - Jose Mourinho menahan air mata saat mengenang sosok Jorge Costa, mantan kapten tim Porto yang wafat di usia 53 tahun. Dalam konferensi pers jelang laga kualifikasi Liga Champions bersama Fenerbahce, Rabu (6/8), Mourinho menyampaikan penghormatan terakhirnya. Kabar duka tersebut baru saja diterima, dan membuat pelatih asal Portugal itu teringat betapa besar peran Costa dalam sejarah kariernya.
Costa bukan sekadar kapten, tapi juga pemimpin sejati di ruang ganti Porto. "Ada kapten, dan ada pemimpin. Bukan soal pita di lengan, tapi apa yang diwakili," ujar Mourinho penuh haru. Dia mengenang bagaimana Costa, sang bek tangguh, selalu siap "membersihkan sampah" agar pelatih bisa fokus menjalankan tugas. Kepergian Costa baginya adalah "bagian dari sejarah yang pergi."
Sebagai kapten Porto, Costa memimpin klub meraih gelar Liga Champions 2004 yang legendaris. Porto kala itu menaklukkan Manchester United, Lyon, Deportivo La Coruna, dan akhirnya membantai AS Monaco 3-0 di final. Selain itu, Costa juga memenangkan 24 trofi bersama Porto, termasuk Piala UEFA, delapan gelar Primeira Liga, dan berbagai piala domestik lain. Karier internasionalnya pun gemilang dengan 50 penampilan untuk tim nasional Portugal, termasuk Piala Dunia 2002.
Costa meninggal dunia pada Selasa (5/8) sore di pusat latihan Porto akibat serangan jantung. Sebelumnya, bek sentral ini sempat dilarikan ke rumah sakit usai keluhan panas berlebih. Klub pun langsung memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke ICU, namun nyawa Costa tak tertolong.
Mourinho menceritakan kenangan tak terlupakan ketika Costa, dalam sebuah pertandingan, mengungkapkan kemarahannya di babak pertama dengan cara yang 'kotor' demi membangkitkan semangat tim. Costa lalu mencetak dua gol langka dan membawa Porto menang dramatis 3-2. "Dia bukan hanya kapten, tapi pemimpin sejati," kata Mourinho.
Setelah pensiun, Costa sempat berkarier sebagai pelatih di berbagai klub di Portugal dan luar negeri. Tahun lalu, ia kembali ke Porto sebagai direktur sepak bola.
Ucapan belasungkawa pun datang dari berbagai pihak, termasuk Cristiano Ronaldo yang menulis, “Selamat jalan, Jorge Costa” di Instagram.
Kini, Porto dan dunia sepak bola kehilangan seorang kapten legendaris. Namun, warisan Jorge Costa akan tetap abadi di hati para penggemar. Seperti kata Mourinho, meski hari ini harus menangani pertandingan, air mata pasti akan mengalir kemudian untuk menghormati sang legenda yang tak pernah terlupakan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
