
Conor Tracey, penjaga gawang Auckland City (Dok. Instagram @nzleagues)
JawaPos.com - Auckland City dari Selandia Baru jadi satu-satunya tim amatir yang tampil di FIFA Club World Cup edisi terbaru. Namun, menurut sang penjaga gawang Conor Tracey kepada ESPN, Auckland City punya misi besar, yakni mewakili mayoritas pesepakbola dunia.
Sistem liga di Selandia Baru memang belum bisa menopang kompetisi profesional penuh. Alhasil, dua klub besar seperti Wellington Phoenix dan Auckland FC justru bermain di A-League Men, liga yang berbasis di Australia.
Masalah makin rumit karena Selandia Baru masuk dalam Konfederasi Oseania, sementara Australia berada di bawah naungan Asia. Konsekuensinya, dua klub tadi tak bisa tampil di kompetisi antarklub benua manapun.
Inilah celah yang dimanfaatkan Auckland City. Mereka tampil dominan di Oseania selama dua dekade terakhir dengan 13 gelar Liga Champions Oseania dan sepuluh kali tampil di Club World Cup.
Prestasi terbaik mereka terjadi pada 2014 saat finis di peringkat ketiga setelah mengalahkan klub Meksiko, Cruz Azul lewat adu penalti. Capaian yang luar biasa bagi klub non-profesional.
Berbeda dari lima edisi sebelumnya, Auckland kini dijamin akan tampil minimal tiga kali. Mereka masuk ke grup yang berisi Bayern Munchen, Benfica, dan Boca Juniors.
"Di turnamen-turnamen sebelumnya, kami hanya bersiap untuk satu pertandingan. Sekarang, kami dapat tiga laga besar dan itu luar biasa," kata Tracey.
Tracey mengenang momen saat pengundian grup.
"Kami semua nonton bareng di klub, lalu ketika nama Bayern Munchen muncul, saudara saya langsung tertawa dan bilang, 'Haha! Harry Kane bakal cetak 10 gol ke gawangmu!'" ungkapnya.
Auckland City akan memulai perjuangan mereka melawan Bayern Munich di Cincinnati, tepatnya di TWL Stadium. Tracey mengaku ia menyukai BBQ lokal selama turnamen berlangsung di Tennessee.
Bayern Munchen adalah klub tersukses di Jerman dengan enam gelar Liga Champions. Sementara itu, Auckland hanyalah tim amatir dari liga lokal Selandia Baru.
"Kami ini mewakili 99,9% pesepakbola di dunia. Bukan dalam arti egois, tapi memang hanya 0,1% pemain yang berstatus profesional. Sisanya seperti kami, dan ini tidak mudah," ujar Tracey.
Menurut data FIFA, hanya ada 128.876 pemain profesional dari 250 juta orang yang bermain sepak bola dalam berbagai level. Auckland City pun punya tantangan unik sebagai tim amatir.
Selain tampil di Piala Dunia Antarklub, mereka juga mengikuti Liga Champions Oseania dan Piala Interkontinental FIFA tahun ini. Di tengah padatnya jadwal, sebagian besar pemain tetap bekerja penuh waktu.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
