Masa depan Ange Postecoglou masih belum pasti bersama Tottenham. (Dok. UEFA)
JawaPos.com - Kabar kurang mengenakkan datang dari markas Tottenham Hotspur. Laporan terbaru mengatakan bahwa klub siap untuk memecat Ange Postecoglou meskipun pelatih asal Australia tersebut berhasil membawa mereka meraih gelar Liga Europa.
Ini merupakan trofi UEFA Cup/Liga Europa ketiga bersejarah bagi Spurs, saat Postecoglou membawa klub ini meraih trofi pertama mereka setelah 17 tahun lamanya.
Menurut berbagai laporan, jajaran petinggi Tottenham ingin meredam luapan euforia setelah memenangkan Liga Europa, sebelum membuat keputusan krusial - yang mungkin akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Dalam sebuah kesempatan, Postecoglou mengatakan kepada para pendukung bahwa dirinya ingin bertahan di Spurs. Dia juga mengatakan akan berusaha membawa klub kembali berprestasi di musim depan.
"Saya tidak ingin kami hanya menikmati momen ini (meraih juara),” katanya.
"Saya juga ingin kami memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, Anda tahu - jangan puas dengan ini. Kami sudah merasakannya sekarang. Para pemain saya telah merasakannya. Klub juga sudah merasakannya. Mari kita pastikan kami kembali ke sini lagi.”
Berkaca pada perjalanannya sendiri dalam dunia kepelatihan, Postecoglou menambahkan: “Saat kami duduk bersama 10 tahun yang lalu dan membuat Australian Story yang pertama, saya rasa mungkin kalian pun mengira bahwa itu adalah puncak dari apa yang akan saya capai,” katanya.
“Dalam waktu 10 tahun, jika kita duduk bersama lagi, saya yakin akan ada lebih banyak cerita yang bisa diceritakan.”
Tekanan pada Postecoglou bermuara pada musim buruk Tottenham di Premier League, di mana mereka finis di peringkat 17 klasemen akhir, dengan catatan yang tidak diinginkan, yaitu 22 kekalahan dan 65 gol.
Tottenham dilaporkan telah mengincar dua pelatih Liga Inggris lainnya, yaitu Thomas Frank dari Brentford dan Marco Silva dari Fulham sebagai kandidat untuk mengambil alih posisi Postecoglou.
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, juga dikabarkan ikut dalam persaingan, setelah pelatih asal Italia itu mengalami kekalahan keduanya di final Liga Champions, saat Nerazzurri dihajar 5-0 oleh PSG.
Laporan dari jurnalis Sacha Tavolieri, Frank merupakan pilihan utama bagi Spurs, namun pihak klub juga tidak mengesampingkan Silva, yang masih berada dalam persaingan.
Kontrak Frank di Brentford mempunyai klausul pelepasan, yang kabarnya tidak ingin ditebus oleh chairman Tottenham, Daniel Levy, dan hal tersebut bisa menjadi krusial dalam minat mereka untuk mendatangkan pelatih berusia 51 tahun itu ke London Utara.
Tugas yang menanti Postecoglou - dan kemungkinan penggantinya - sangat berat, dengan musim 2024/2025 tercatat sebagai pencapaian terendah Spurs di kasta tertinggi Inggris dalam 48 tahun terakhir.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
