
Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (dok. MUFC)
JawaPos.com–Manchester United kembali menelan hasil mengecewakan saat menjamu Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Minggu (20/4). Kekalahan 0-1 ini semakin memperpanjang catatan buruk mereka musim ini.
Bukan hanya karena kalah di kandang sendiri, The Red Devils kembali gagal mencetak gol, sesuatu yang kini disebut pelatih Ruben Amorim sebagai masalah terbesar tim.
Musim 2024/2025 menjadi periode yang penuh gejolak bagi Setan Merah. Dari papan klasemen, performa, hingga krisis gol, semua menjadi potret suram Manchester United. Dalam laga melawan Wolves, mereka tampil dominan dalam penguasaan bola, menciptakan banyak peluang, namun tetap tumpul di depan gawang.
Gol semata wayang Pablo Sarabia dari tendangan bebas di babak kedua sudah cukup untuk membuat Wolves mencuri tiga poin. Bagi United, ini adalah kekalahan ke-16 mereka di Premier League musim ini dan untuk kesekian kalinya pula mereka gagal mencetak gol, meskipun mendapat cukup banyak peluang.
Rasmus Hojlund, yang didatangkan dengan harapan besar sebagai juru gedor masa depan, lagi-lagi tampak kesulitan. Amorim tak menyalahkan striker muda itu secara pribadi, tetapi menyoroti ketidakmampuan tim secara keseluruhan dalam menyelesaikan peluang.
“Kalau tidak mencetak gol, maka kamu tidak bisa menang. Kami punya banyak peluang, tapi tetap gagal. Ini masalah terbesar tim,” ujar Amorim kepada BBC Sport.
Statistik pun mencerminkan krisis itu. Hingga pekan ke-33, Manchester United baru mencetak 38 gol, angka yang sangat rendah untuk klub sekelas mereka. Lebih buruk lagi, mereka kini berada di posisi ke-14 klasemen, sejajar dengan Wolves yang justru sedang dalam tren lima kemenangan beruntun.
Amorim mengakui musim ini hampir pasti akan berakhir di luar ekspektasi. Namun, dia tetap mencoba mencari sisi positif dan mengalihkan fokus ke pembangunan tim musim depan.
“Musim ini mungkin berakhir seperti ini. Jadi kami harus ambil sisi positifnya dan terus perbaiki apa yang bisa diperbaiki,” kata sang pelatih.
Di tengah kekecewaan, satu hal yang bisa dibanggakan adalah performa pemain muda. Tyler Fredricson menjalani debut seniornya dengan solid, sementara Harry Amass juga tampil kuat di sisi sayap pertahanan.
“Mereka bermain sangat baik dan seharusnya mendapatkan kenangan yang lebih indah dari pertandingan ini,” puji Amorim kepada dua wonderkid tersebut.
Amorim juga mengisyaratkan bahwa Manchester United perlu bergerak cepat di bursa transfer musim panas nanti. Evaluasi terhadap skuad dan kebutuhan tim sudah mulai dilakukan.
“Kami bicara soal musim depan hampir setiap hari. Kami tahu kami perlu memperkuat tim,” ungkap Ruben Amorim.
Dengan hanya lima pertandingan tersisa di Premier League dan musim terburuk dalam hal perolehan poin sudah dipastikan. Peluang terakhir Manchester United untuk menyelamatkan muka adalah lewat jalur Liga Europa.
Mereka akan menghadapi Athletic Bilbao di semifinal. Hengan menjuarai kompetisi tersebut, mereka bisa lolos ke Liga Champions musim depan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
