
Penyerang Borussia Dortmund Serhou Guirassy. (Dok. UEFA)
JawaPos.com–Serhou Guirassy langsung menjadi buah bibir di internet setelah catatan impresif usai Borussia Dortmund mampu mengalahkan Barcelona. Namun, torehan gemilang tersebut gagal mengantarkan timnya menembus babak semifinal Liga Champions.
Serhou Guirassy mencetak hattrick brilian bagi Dortmund untuk memberikan kekalahan pertama bagi Barcelona di seluruh kompetisi tahun ini, namun hal tersebut tidak cukup untuk membalikkan keunggulan 0-4 tim asal Catalan di leg pertama.
Setelah beberapa peluang di awal babak pertama, Dortmund mendapat hadiah penalti di menit kedelapan saat Pascal Gross dijatuhkan Wojciech Szczesny di dalam kotak penalti.
Guirassy tidak membuat kesalahan dari jarak 12 meter, dengan tenang menceploskan bola ke tengah untuk membuka keunggulan. Tuan rumah terus meningkatkan tekanan, dengan serangkaian peluang di babak pertama, terutama melalui penampilan impresif dari Gross dan Karim Adeyemi, meskipun Barcelona berhasil menggagalkannya.
Dortmund terus berupaya dan mendapatkan hasil dari keyakinan mereka dengan mencetak gol di menit ke-49. Guirassy menyundul bola hasil umpan silang Ramy Bensebaini di muka gawang.
Bensebaini kemudian mencetak gol bunuh diri, saat dia membelokkan bola ke dalam gawangnya sendiri setelah menerima umpan silang dari Gerard Martin di dalam kotak penalti.
Guirassy melengkapi hattrick pada menit ke-76 untuk membuat Barcelona terus menerus berada dalam kesulitan. Pemain asal Guinea ini berhasil memotong umpan dari Ronald Araujo dan menceploskan bola melewati Szczesny.
Skor 3-1 di leg kedua ternyata tidak cukup bagi Dortmund untuk melangkah lebih jauh. Pasalnya, Barcelona unggul agregat 5-3 dan berhak melaju ke semifinal Liga Champions musim ini.
Terlepas kemenangan rasa pahit itu, Guirassy mampu mencatatkan torehan individu gemilang. Dia merupakan pemain Afrika pertama yang mencetak hattrick ke gawang Barcelona di Liga Champions. Dia menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak ke gawang Barcelona dalam satu edisi kompetisi yaitu dengan lesakan 5 gol.
Tak ayal, pemain yang pernah mengalami dua kali degradasi dari liga top Jerman dan Prancis dalam daftar riwayat hidupnya, itu sejatinya belum pernah mencetak 15 gol dalam satu musim hingga musim lalu.
Namun kini, penyerang berusia 29 tahun ini menjadi pencetak gol terbanyak sementara di Liga Champions dengan torehan 13 gol. Berikut profil singkat seorang Guirassy di dunia sepak bola.
Guirassy, yang saat itu merupakan pemain Timnas Prancis U-19, membuat gebrakan di tim utama klub Laval dan mencetak enam gol dalam 29 pertandingan di Ligue 2 musim 2014/15.
QPR dan Leeds United sempat dikaitkan dengannya sebelum dia pindah ke Lille pada musim panas dengan nilai transfer sebesar 1 juta euro. Herve Renard adalah manajer yang membawanya ke Lille, namun Guirassy dipinjamkan ke tim divisi dua, Auxerre, pada bulan Januari. Dia kemudian mencetak delapan gol dalam 16 pertandingan, namun Lille menjualnya pada musim panas.
Arsenal, yang saat itu masih dilatih Arsene Wenger, dilaporkan mengincarnya saat dipinjamkan ke Auxerre. Namun, dia malah memilih pindah ke Bundesliga dengan memperkuat FC Koln.
Akan tetapi, Guirassy ketimpa nasib sial setelah mengalami cedera dan merusak waktunya di sana. Dia hanya berhasil tampil dalam 21 penampilan Bundesliga, dan mencetak empat gol, dalam dua musim pertamanya sebelum mereka terdegradasi.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
