Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (dok. MUFC)
JawaPos.com–Ketegangan tengah meliputi persiapan Manchester United jelang laga penting melawan Lyon di ajang Liga Europa. Dua sosok yang sama-sama memiliki sejarah dengan klub berjuluk Setan Merah, yakni Andre Onana dan Nemanja Matic, terlibat dalam perang kata yang cukup panas dan menyita perhatian publik.
Konflik ini muncul pasca-laga Manchester Derby akhir pekan lalu. Dalam wawancara setelah pertandingan, kiper utama Manchester United, Andre Onana, memberikan komentar percaya diri mengenai peluang timnya di perempat final Liga Europa. Menurut dia, Manchester United jauh lebih baik daripada Lyon dan seharusnya bisa melangkah ke babak berikutnya.
“Saya pikir kami lebih baik dari mereka. Kami hanya perlu menunjukkan siapa diri kami,” ujar Onana kala itu.
“Jika kami datang dengan mentalitas menang, fokus, kompak, dan mengikuti rencana permainan, kami akan memenangi pertandingan ini. Tentu saja, ini tidak akan mudah, tapi kami tahu apa yang harus dilakukan,” imbuh dia.
Namun pernyataan itu ternyata berbuntut panjang. Nemanja Matic, yang kini memperkuat Lyon dan juga merupakan mantan pemain MU, bereaksi keras terhadap komentar Onana. Dalam sebuah konferensi pers, Matic menyebut bahwa Onana seharusnya lebih berhati-hati dalam berkomentar.
“Kalau kamu salah satu kiper terburuk dalam sejarah Manchester United secara statistik, kamu harus lebih berhati-hati dalam berkata-kata,” ujar Matic.
“Kalau itu yang berbicara adalah David De Gea, Van der Sar, atau Peter Schmeichel, mungkin saya akan mempertimbangkan. Tapi kalau Onana yang bicara, saya rasa dia harus banyak membuktikan terlebih dahulu,” tambah dia.
Pernyataan Matic tersebut dengan cepat menyebar luas dan menjadi bahan diskusi di kalangan fans maupun media. Tak tinggal diam, Onana kemudian merespons lewat akun X resminya dengan nada menohok. Dia menegaskan tidak pernah bermaksud meremehkan Lyon, tetapi juga menyindir Matic secara halus.
“Saya tidak akan pernah tidak menghormati klub lain. Kami tahu laga besok akan sulit melawan lawan yang kuat. Kami fokus menyiapkan performa terbaik untuk membanggakan fans kami. Setidaknya saya pernah mengangkat trofi bersama klub terbesar di dunia. Tidak semua bisa berkata seperti itu,” tulis Onana.
Perseteruan ini pun menjadi isu yang tidak bisa dihindari dalam konferensi pers pelatih Manchester United, Ruben Amorim, sehari jelang pertandingan melawan Lyon. Sang pelatih akhirnya buka suara dan mencoba menurunkan tensi.
Menurut Amorim, seluruh keributan tersebut terjadi karena kesalahpahaman. Dia menyebut bahwa komentar Onana dipotong dan tidak diambil dalam konteks penuh, yang menyebabkan Matic merasa tersinggung.
“Kalau Anda melihat kutipan lengkap dari Onana, dia memulai dengan mengatakan bahwa Lyon adalah tim yang sangat bagus,” jelas Amorim.
“Kadang pemain hanya mendengar potongan komentar, bukan keseluruhan. Ini hanyalah salah paham,” lanjut dia.
Amorim juga memberikan pujian kepada Matic yang dikenal sebagai sosok profesional selama kariernya, serta meyakini bahwa tidak ada niat jahat di balik semua komentar ini.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
